Dampak berjejaring bagi Visi untuk Transformasi
Ditulis oleh Raymond Nelson Selasa, 25 Oktober 2011 10:53

Graha Bethel-DPA GBI, Dihari kedua Konsultasi Nasional 2011, acara dimulai dengan praise & worship, yang dilanjutkan dengan sesi 4 dengan pembicara Pdm. Timotius Tan (Ketua Pengurus Pusat DPA GBI). Mengutip dari Matius 16:21-23, katanya bahwa untuk mentransformasi bangsa ini generasi muda harus memiliki Pola pikir Allah dan memiliki perasaan Allah.
Lebih lanjut Ko Tim (biasa disebut) mengatakan untuk bisa mencapai transformasi yang ideal, adalah generasi muda harus hidup kudus, karna tanpa kekudusan apapun kerinduan kita, Tuhan tidak berkenan.
Ko Tim menyampaikan bahwa transformasi tidak semena-mena terjadi begitu saja, tetapi harus ada kerja keras yaitu kerja keras para generasi muda.
Setelah sesi 4 ditutup dengan doa oleh Pdm. Johny Kilapong (Ketua Pengurus Daerah DPA GBI NTT).
Kemudian dilanjutkan dengan sesi ke-5 oleh Pdt. Dr. Bambang Wijaya, dalam materinya yang bertema World Prayer Assembly dan dampak bagi pemuda dalam berjejaring dan membangun bangsa. Membuka materinya Dr. Bambang mengutarakaan ada sebuh rumah sakit University College Hostipal yang mungkin sama pada umumnya, namun ada yang berbeda didalam bagian selatan rumah sakit itu.
Pasalnya dibagian selatan Rumah Sakit itu terdapat sebuah mumi dari seorang filsuf dan ekonom Inggris yang bernama Jeremy Bentham dan telah berusia ±250 tahun. Tetapi yang menarik adalah setiap rapat tahunan mumi itu ikut rapat, namun ketua rapat menyapa Ladies & Gentelment "Present but not a voting" yang maksudnya hadir tetapi kehadirannya tidak memberikan suara yang artinya kehadirannya tidak berdampak.
Lebih lanjut Dr. Bambang menyampaikan bahwa Tuhan menghadirkan manusia bukan karena Tuhan iseng, tetapi Tuhan punya tujuan dan maksud menghadirkan manusia di bumi.
Jadi dimanapun kita berada berilah kontribusi dan jadilah berdampak, dari sejarah Tuhan selalu memakai generasi muda untuk berdampak bagi dunia.
Hidup ini harus punya tujuan, namun tujuan itu harus yang mulia, kata Dr. Bambang. Mengutip dari dari Sam Ratulangi (Pahlawan dari Minahasa) Orang hidup untuk menghidupi orang lain.



Comments
RSS feed for comments to this post