Gereja Bethel Indonesia

Tidak Boleh Cerai!

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
webpdtmartinusNats Firman Tuhan tentang perceraian seolah menjadi kontroversi tersendiri hingga kini. Bolehkah sepasang pasutri bercerai ?. Pertanyaan itu dijawab secara tuntas oleh Pdt. Martinus Liur pada acara Temu Kangen Pria Bethel dan Pria sejati JGS (Jaringan Gereja Sekota). Acara ini diadakan oleh Kompas (Komunitas Pria Bethel) Perwil Jakarta Barat di GBI Citra 2, Kalideres Jakarta Barat (Jumat, 23/9).

Pdt. Martinus Liur mengutip nats Matius 19:9 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." Selanjutnya, sebagai perbandingan, ia membacakan nats bahasa Inggris, Matthew 19:9 And I say unto you, Whosoever shall put away his wife, except it be for fornication, and shall marry another, committeth adultery: and whoso marrieth her which is put away doth commit adultery.

Hamba Tuhan ini menguraikan, kata zinah bagian pertama dalam bahasa Inggris tertulis fornication (bahasa Yunani : porneia). Aturan ini berlaku untuk pria dan gadis Yahudi pada masa itu yang sedang menjalin hubungan pertunangan. Jika salah satu ketahuan melakukan perzinahan, maka tunangannya berhak memutuskan hubungan pertunangan tersebut. Salah satu contoh adalah Maria yang tiba-tiba mengandung pada masa pertunangan dengan Yusuf. Hal ini mendorong Yusuf untuk menceraikan Maria secara diam-diam.

Selanjutnya, kata zinah bagian kedua (terakhir) dari nats diatas, dalam bahasa Inggris ditulis adultery dan bahasa Yunani menuliskan moichao. Jika seseorang percaya kepada Tuhan menceraikan istrinya dan ia menikah dengan wanita lain, hal itu sama dengan melakukan perzinahan. Ia harus hidup bersama lagi dengan pasangan pertamanya. Dengan demikian, Tuhan tidak pernah mengizinkan perceraian.

webperwiljakbarPdt. Martinus mengutip nats lainnya yaitu I Korintus 6:9-10 "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah" dan Wahyu 21:8 " Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Tuhan tidak pernah memerintahkan perceraian, kekerasan dan tindakan pengkhianatan dalam sebuah perkawinan sesuai dengan nats Maleakhi 2:16 "Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! ".

Menurutnya, sebuah pernikahan yang sehat adalah pondasi yang kokoh bagi gereja dan keluarga. Dengan demikian, sepasang mempelai yang sudah diberkati di gereja, tidak diperkenankan bercerai.Selain itu, ia menjelaskan soal beda hubungan antara mama dengan istri. Seorang pria mempunyai hubungan darah dengan mamanya. Sementara itu, ia mempunyai hubungan daging dengan istrinya. Melalui isrinya, seorang pria bisa memiliki anak dan cucu secara benar, dengan catatan mereka serius dalam pernikahan.

Pdt. Martinus menambahkan penjelasannya dengan mengutip nats Kejadian 2:25 "Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu". Sesuai dengan nats tersebut, seorang suami harus terbuka dengan istrinya dalam hal apa saja. "Jangan sampai PIN ATM bank, istri tidak mengetahui atau sebaliknya," ujarnya. Selain itu, katanya, jangan sampai mama (mertua) dilapori anak (istri) karena ada suatu keributan. Sebaliknya, malam hari mereka berpelukan. Acara diakhiri dengan saling mendoakan diantara pasangan pasutri yang hadir dan doa berkat oleh gembala setempat, Pdt. Markus Sudarji.

Artikel Terkait

Kasus-kasus perceraian memang memprihatinkan. Sebuah lembaga pemerintah di Jakarta mencatat data perceraian pasutri Kristen antara tahun 2003-2006, menunjukkan angka yang memprihatinkan, yaitu sekitar rata-rata 400-500 pasangan per tahun. Doakan agar Tuhan Yesus campur tangan dalam menyelesaikan masalah rumah-tangga orang percaya. [pram]

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh