Gereja Bethel Indonesia

Selamat Jalan Pdt. T. Jonathan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

 E56 Foto Pdt T Jonathan“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4 : 7)

 

 

Telah pulang ke Rumah Bapa di Surga,

pada hari Jumat, 9 Desember 2011 pukul 10.00 WIB di RS. St. Boromeus

Papi, Papi Mertua, Opa kami yang tercinta :

 

 

Pdt. TIMOTIUS JONATHAN

Dalam usia 86 tahun

6 Oktober 1925 – 9 Desember 2011

 

 

Gembala Sidang GBI Paturiani

Bandung – Cimahi

 

 

Jenazah disemayamkan di Gereja Bethel Indonesia, Jl. Terate no. 8 Bandung

 

Kebaktian Penghiburan     : Jumat, 09 Desember 2011          Pukul 19.00 WIB

Kebaktian Penghiburan     : Sabtu, 10 Desember 2011          Pukul 18.30 WIB

Kebaktian Umum                 : Minggu,11 Desember 2011         Pukul 07.00 WIB

Kebaktian Tutup Peti          : Minggu,11 Desember 2011         Pukul 17.30 WIB

Kebaktian Penghiburan     : Senin, 12 Desember 2011          Pukul 18.30

Kebaktian Pelepasan         : Selasa, 13 Desember 2011          Pukul 08.30 WIB

 

 

Jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kristen Pandu

Berangkat pada pukul 10.00 WIB dari GBI Jl. Terate no. 8 Bandung


 

Riwayat hidup Pdt. T. JONATHAN


Pdt. Timotius Jonathan (Tan Tiauw Tjoen) lahir di Pekalongan, 6 Oktober 1925. Ia menikah dengan Magdalena Simon (†) pada tanggal 8 Juli 1950.

Dari pernikahan mereka, Tuhan memberkati dengan putera-puteri yaitu Hanna Jonathan, Ester Jonathan,  Jimmy Jonathan, Lydia Jonathan dan Benjamin Jonathan.

 

 

Perjalanan singkat pelayanan :


Tanggal 14 Agustus 1942, ia pertama kali menghadiri ibadah di Gereja Pantekosta, Jl. Waringin 46, Bandung (Gereja tersebut masih ada sampai saat ini). Usai di baptis (18 Oktober 1942) ia tinggal di gereja.Persiapan untuk menjadi seorang hamba Tuhan, ia jalani mulai tahun 1942-1945 dengan menjadi pelayan Tuhan. Ia mulai aktif di pelayanan gereja mulai tahun 1945-1953 yaitu melayani di sekolah minggu, paduan suara, kaum muda, dan ibadah umum.


Minggu, 6 April 1956, Ia ditahbiskan menjadi Pendeta oleh Pdt. Tan Hok Tjoan (Alm) dari Semarang, Pdt. Keasbery dari Gereja Pantekosta, Bandung, dan Pdt. Sie Boen Siet dari Gereja Bethel Injil Sepenuh, Pekalongan.Terhitung mulai 1 Mei 1956, ia melepaskan pekerjaan yang telah ditekuninya selama 7 tahun. Selanjutnya, Pdt. T. Jonathan melayani sepenuh waktu dan hidup dengan iman sampai akhir hayatnya. Oleh anugerah-Nya, ia dipelihara Tuhan secara luar biasa.


Sejak tahun 1953 – akhir hidupnya, ia melayani Tuhan sebagai Gembala Sidang di tiga jemaat masing-masing di Terate, Suriani dan Cimahi, Bandung-Jawa Barat.Sidang Sinode GBI (Gereja Bethel Indonesia) I di Sukabumi pada tahun 1970, memilih Pdt. T. Jonathan sebagai Ketua Umum BPH GBI I (Pertama). [pram]

 

 

Comments  

 
0 #1 lia 2011-12-12 08:27
selamat jalan opa , makasih yah buat bimbingannya dan kasih sayang opah :cry:
Quote
 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh