Gereja Bethel Indonesia

Selamat Jalan Om Timotius : Pahlawan Sejati

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

E56Ibdpenghiburan-01Ibadah penghiburan bagi Almarhum Pdt. T. Jonathan (Om Timotius) selaku salah satu pendiri Yayasan Gereja Bethel Indonesia dan Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (Pertama) diadakan di GBI Jl. Terate No. 8, Bandung-Jawa Barat (Senen, 12/12). 

 

Para pejabat BPH GBI hadir antara lain Pdt. Dwijo Saputro, Pdt. Noenik (Ketua Umum WBI BPH GBI), Ketua BPD Banten Pdt. Hengky Immanuel, Ketua Departemen Theologia BPH GBI Pdt. Rubin Adi dan mantan Ketua BPD Jawa Barat Pdt. Steve Mardiyanto, pengerja, jemaat Almarhum Om Timotius serta rekan sepelayanan. Persembahan pujian dari jemaat GBI Jl. Terate, GBI Cimahi dan GBI Jl. Suriyani Bandung juga mengisi ibadah malam itu.


Pdt. Steve Mardiyanto menyampaikan renungan kotbah yang berjudul “Selamat Jalan Pahlawan Sejati” dengan mengutip Nats Firman Tuhan dari 2 Timotius 4:7-8. Sebagai pendahuluan, mantan Ketua BPD Jawa Barat ini mengenang Om Timotius saat beliau mengirim dirinya ke Seminari Bethel Petamburan, Jakarta Barat untuk studi. Bagi dirinya, sosok Om Timotius adalah gembala yang baik dan setia dalam melayani selama 57 tahun.


Inti kotbah Pdt. Steve yaitu Om Timotius layak disebut dengan “Pahlawan yang Sejati”, sebab ia memenuhi 3 kriteria yaitu Pertama, Ia mengakhiri pertandingan yang baik. Om Timotius banyak menghasilkan anak-anak didik rohani yang saat ini menjadi hamba-hamba Tuhan GBI. Dari sisi pelayanan, ia kerap memberikan rekomendasi kepada gereja-gereja baru yang akan membuka pelayanan, tanpa disertai dengan kekecewaan dan rasa frustasi.Kedua, ia berhasil mencapai garis akhir. Ia memiliki loyalitas, kejujuran soal keuangan, berkelakuan baik dalam hal moralitas dan hidup benar. Ketiga, Ia memelihara iman sampai saat saat terakhir.


E56PdtstevemUsai kotbah Pdt. Steve, Benny Imawan salah seorang jemaat dan sahabat dekat Om Timotius bersaksi bahwa kehadiran beliau sangat berarti dalam hidupnya. Pesan Om Timotius yang berkesan bagi dirinya ialah “Jalani Saja Hidup Ini”.Para cucu Om Timotius yakni Jessica, Debby dan Regina memberikan kesan seputar opa mereka yang tercinta. Pribadi Opa mereka dikenal sebagai sosok yang seumur hidup mengasihi Tuhan Yesus. Hal itu menurut mereka tercermin kasih Opa Timotius kepada mereka. Selain itu, Opa dimata mereka tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Ia senantiasa memberikan yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan.

 



Pdt. Timotius Jonathan :

Mendirikan Yayasan Gereja Bethel Indonesia


 Sekitar tahun 2008/2009-an, Redaksi Penyuluh menerima foto kopi yang berjudul “Momentum Singkat Berdirinya Gereja Bethel Indonesia” yang diserahkan sendiri oleh Pdt. Timotius Jonathan ke kantor Redaksi di Graha Bethel lantai 2, Jakarta. Tulisan tersebut ditulis pada tanggal 28 April 2005 di Bandung. Pdt. Timotius juga melampirkan Akta Pendirian Gereja Bethel Indonesia Nomor 82, tertanggal 26 September 1970, pada hari Sabtu yang dibuat oleh Notaris Kurniati di Bandung.Pada foto kopi tersebut tercantum nama pendiri yayasan tersebut yakni Jan Ferdinand Rompolioe Montolalu dan Timotius Jonathan. Tulisan pada momentum tersebut adalah sebagai berikut (disalin sesuai dengan foto kopinya) :


Gereja Bethel Indonesia (GBI) lahir ditengah krisis kemelut berkepanjangan yang melanda Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), kala terbesut jemaat Paturiani Bandung dipimpin oleh Pdt. T. Jonathan melakukan langkah terobosan untuk keluar dari krisis tersebut dengan jalan mendirikan sebuah Yayasan. Inisiatif pembentukan tersebut datang dari Bapak Pdm. J.F.R. Montolalu yang olehnya Yayasan tersebut diberi nama Yayasan Gereja Bethel Indonesia dimana Bapak Pdm. J.F.R. Montolalu menjadi Ketua Umum dan Pdt. T. Jonathan menjadi Ketuanya. Yayasan GBI itu sendiri berdiri berdasarkan Akte Yayasan GBI No. 82/1970 dan sebagai GBI lokal, Jemaat Paturiani Bandung mendapatkan pengesahannya dari Bimas Kristen Departemen Agama Provinsi Jawa Barat pada 29 September 1970.


E56CucuomtimGBI Jemaat Paturiani Bandung menjadi momentum lahirnya GBI Nasional ketika Yayasan GBI mengundang para hamba-hamba Tuhan untuk hadir dalam fellowship tanggal 6-7 Oktober 1970 di Wisma Oikumene PGI Sukabumi. Dalam Fellowship tersebut, GBI Paturiani Bandung mengajak para peserta yang berjumlah 129 orang tersebut untuk bergabung dalam GBI, yang kemudian disetujui oleh peserta.


Pada tanggal 6 Oktober 1970 tersebut, secara resmi GBI Jemaat Paturiani Bandung yang semula bersifat lokal berubah menjadi berskala nasional. Melalui Surat Keterangan No: Dd/P/VII/57/748/70 tanggal 16 Oktober 1970 dari Direktorat Djenderal Bimbingan Masyarakat Kristen/Protestan Departemen Agama Republik Indonesia, GBI secara resmi telah sah terdaftar di Departemen Agama Direktorat Djenderal Bimbingan Masyarakat Kristen/Protestan.


Berkat jasa-jasa Om Timotius, saat ini GBI berkembang baik di dalam negeri maupun sampai ke luar negeri. Selamat Jalan Pemimpin Yang Bijak, Tenang dan Rendah Hati. Ibadah pelepasan jenazah akan diadakan pagi ini (Selasa, 13/12, jam 08.30 Wib) di GBI Jl. Terate No. 8 Bandung dan selanjutnya jam 10:00 Wib akan menuju ke pemakaman Kristen Pandu, Bandung. Pdt. Pudjo Setoto Abednego pejabat BPH GBI akan menyampaikan Firman Tuhan di pemakaman tersebut. [pram]

Comments  

 
+1 #2 Gunawan Hidajat 2011-12-31 09:44
Terima kasih Sinode GBI telah memasukan/menerbitkan artikel Bpk.Gembala Pdt.Timotius Yonathan, mudah-mudahan REVISI buku sejarah berdirinya GBI bisa diterbit. Kami tunggu penerbitannya SEJARAH GBI.
Biarlah ini semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan, Amin
Quote
 
 
0 #1 Yopie 2011-12-14 09:16
Puji Tuhan. Kami sangat senang generasi muda GBI akhirnya bisa mengetahui kebenaran sejarah GBI yang sesungguhnya. Kebenaran sejarah lahirnya GBI telah dinyatakan.

Sampai jumpa Bapak Gembala kami yang terkasih.
Kesetiaanmu akan kami teladani.
Selamat jalan Om Tjoen.
Quote
 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh