Negara (Jangan) Absen ! - Sambutan Ketua PP Muhammadiyah
Ditulis oleh prambudi Selasa, 07 Juni 2011 22:45
| Indeks Artikel |
|---|
| Negara (Jangan) Absen ! |
| Renungan Firman Tuhan |
| Renungan Firman Tuhan |
| Paparan Mrs Ursula |
| Apa Kata Ketua PGI |
| Seluruh halaman |
Terus perjuangkan wawasan kemajemukan dalam bentuk pluralitas dan Pluralisme. Karena hal itu sesuai dengan Hukum Allah dalam kehidupan, merupakan inti paparan Prof. Dr. Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiayah di acara refleksi ini. Atas dasar Kitab Suci Agama Islam, Din mengatakan bahwa manusia diciptakan Allah berbeda bahasa dan warna kulitnya, meskipun demikian, manusia bisa menjalin persatuan.
Meskipun demikian, ia mengakui, masih banyak terjadi konflik-konflik antar umat beragama saat ini. Menurutnya, dalam kondisi demikian, semua pihak hendaknya terus menggalang dialog-dialog dan pendekatan dengan berbagai pihak.
“Harus ada koalisi orang-orang bijak dan baik dari seluruh agama, dengan disertai wawasan kearifan dan kebijaksanaan. Lingkupnya mulai dari tingkat pusat sampai di daerah-daerah.” katanya. Prof. Din menambahkan, saat ini kelompok mayoritas Islam diam, sebaliknya kelompok minoritas Islam lebih banyak bersuara dan hal ini dikutip oleh media. Secara bijak, ia mengusulkan agar semua pihak bisa merangkul pihak-pihak lain alias garis keras yang tidak mau ikut arus pendekatan (dialog,Red). “Negara harus berperan aktif dalam kehidupan bernegara dan berbangsa di tanah air,” ujarnya.
Berkaitan dengan kehidupan kebersamaan, Ketua PP Muhammadiyah ini bangga dengan lokakarya yang diadakan oleh para anak-anak muda dari PGI, KWI dan Muhammadiyah yang baru saja selesai. Hasil lokakarya itu, katanya akan disebarkan kepada umat sampai ke kalangan “akar rumput”.
Prof. Din mengkritisi juga “absennya” alias ketidakhadiran pemerintah dalam situasi konflik-konflik di tanah air akhir-akhir ini. Ia menilai, saat ini sedang terjadi proses pengabaian dan “pembudidayaan” konflik-konflik, seperti misalnya, kasus NII (Negara Islam Indonesia).


