Negara (Jangan) Absen ! - Renungan Firman Tuhan
Ditulis oleh prambudi Selasa, 07 Juni 2011 22:45
| Indeks Artikel |
|---|
| Negara (Jangan) Absen ! |
| Renungan Firman Tuhan |
| Renungan Firman Tuhan |
| Paparan Mrs Ursula |
| Apa Kata Ketua PGI |
| Seluruh halaman |
Sekum BPH GBI Pdt. Ferry Haurissa membuka refleksi dengan renungan Firman Tuhan dari kehidupan Yusuf sebelum ia menjadi seorang penguasa di tanah Mesir. “Semua orang merindukan negeri yang damai dan tenteram.Namun, saat ini hal itu masih jauh dari harapan”, ujarnya. Ia memberikan contoh, berita-berita di televisi yang kurang enak didengar telinga akhir-akhir ini.
Pdt. Ferry menyampaikan, Yusuf mencapai sukses pada usia ke 30 tahunan. Artinya, 13 tahun ia memperjuangkan visinya untuk bisa menjadi suatu kenyataan. Keberhasilan Yusuf mulai di di rumah Portifar, di penjara, sebagai penguasa di Mesir, karena beberapa faktor. Pertama, keberhasilannya mutlak dari Tuhan Allah. Kedua, Yusuf bekerja keras untuk meraih keberhasilan. Pdt. Ferry mengutip nats Amsal 10:4 “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya”. Ketiga, Yusuf belajar menjalani kehidupannya dengan sabar. Karena, segala sesuatu ada waktunya (Pengkotbah 3:1).


