Negara (Jangan) Absen !
Ditulis oleh prambudi Selasa, 07 Juni 2011 22:45
| Indeks Artikel |
|---|
| Negara (Jangan) Absen ! |
| Renungan Firman Tuhan |
| Renungan Firman Tuhan |
| Paparan Mrs Ursula |
| Apa Kata Ketua PGI |
| Seluruh halaman |
Pasca Orde Baru lengser, bangsa Indonesia memasuki era “pesta demokrasi” yang selanjutnya disebut dengan era reformasi. Perkembangan ini disambut gembira oleh semua pihak.
Namun, kondisi ini juga dibarengi dengan demokrasi yang kelewatan (kebablasan). Hal itu tercermin antara lain dalam wujud kekerasan atas nama agama, konflik horizontal di masyarakat, lunturnya nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, setelah menjalani era reformasi mulai 1998 – 2011, semua pihak merindukan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, dinamis, toleransi dan tertib. Atas dasar itulah, FKKJ (Forum Komunikasi Kristiani Jakarta), Perhimpunan Pelayanan Penjara (Pokja PLP-PGI) dan Sinode GBI mengadakan refleksi dengan tema utama “Toleransi Dalam Hidup Beriman Dan Berbangsa Majemuk Adalah Kunci Bagi Kedamaian dan Pembangunan Bangsa” di Graha Bethel, Jakarta (Selasa, 31/5).
Menurut Gustaf Dupe, Ketua Panitia refleksi, acara ini sekaligus berkaitan dengan jiwa dan semangat peringatan peristiwa besar yakni Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2011, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2011, nuansa HUT PGI ke-61 (25 Mei 2011). Selain itu, di masyarakat Indonesia telah kehilangan jati diri kemajemukan.


