Gereja Bethel Indonesia

Memperkokoh Kesatuan Gereja

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

E56-Deklarasi-ForumSalah satu panggilan umat Kristiani ialah menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di bumi dan menjadikan dunia sebagai tempat yang layak dihuni. Caranya ialah mengisi suatu dunia yang berkehidupan damai sejahtera, bebas dari kemiskinan, peperangan, bencana, konflik, teror, ketidakadilan, korupsi, dan segala bentuk kejahatan dan ketidakbenaran, demikian pokok pikiran dari Deklarasi Forum Lembaga Keumatan Gerejawi Propinsi DKI Jakarta , di Jakarta (Kamis, 10/11), dalam rangka peringatan Hari Pahlawan.


Deklarasi ini ditanda-tangani oleh Majelis Pekerja Harian PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Wilayah DKI Jakarta (Pdt. Supriatno), PGLII (Pengurus Wilayah Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili di Indonesia) DKI Jakarta (Deddy Madong, SH), Badan Pengurus Wilayah Persekutuan Baptis Indonesia (PBI) DKI Jakarta (Pdt. Johni Murdi Santoso), PGPI (Pengurus Wilayah Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta di Indonesia) DKI Jakarta (Pdt. Amir Aritonang,STh) ,Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferensi DKI Jakarta dan sekitarnya (Pdt. L. Situmorang) dan Bala keselamatan Distrik Jabodetabek (Pdt. Mayor Sipilein Handro). Dasar Alkitabiah deklarasi forum ini yaitu Yohanes 17:21 “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”.


Forum memiliki komitmen yaitu agar gerakan oikumene menjadi nafas kehidupan umat Kristen di DKI Jakarta, membangun kerja-sama pelayanan serta meningkatkan berbagai bentuk kegiatan kebersamaan yang bertujuan mengokohkan kesatuan antar gereja di Jakarta.Fokus forum ini ialah pemberitaan kabar baik di tengah masyarakat majemuk di kota Jakarta; penegakan keadilan dan hak asasi manusia, advokasi untuk kelompok marjinal; memberdayakan orang miskin untuk keluar dari kemiskinan dan akses ke pendidikan formal; penguatan demokrasi; pencegahan dan penanggulangan krisis lingkungan hidup. Ditempat yang sama, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama RI Propinsi DKI Jakarta mengatakan dalam sambutan singkatnya, bahwa gereja harus membuka diri dan berpikir lebih “jauh” dan jangan berjalan sendiri-sendiri. Ia menemukan fakta, ada juga yang mengaku-ngaku Pendeta tetapi tidak mempunyai jemaat dan ada juga yang mengatasnamakan gereja. “Jangan sampai forum ini ditunggangi oleh kepentingan politik,” pesannya.

 

E56-Nara-Sumber-DeklarasiPdt. Supriatna memaparkan “Merenda Karya di Tengah Kekusutan Sosial, Bisakah Harapan Terjelma ?”. Ia melontarkan beberapa pilihan strategis untuk mengatasi hal itu yaitu melalui jalur pendidikan, minoritas kreatif yang artinya sekelompok kecil anggota masyarakat yang mampu merumuskan pikiran dan gagasan untuk membawa kemajuan bagi masyarakat (pandangan Max Weber, tentang elit inovatif); membangun ruang dialogis; mengembangkan civil society yang kuat dalam gereja, sehingga gereja bisa diperhitungkan sebagai mitra yang ideal bagi berbagai pihak.

 

“Manfaat Kesatuan” merupakan inti kotbah Pdt. Rudy Nainggolan. Ia memaparkan ada 4 manfaat kesatuan yakni mendapatkan hasil yang lebih besar daripada melakukan sesuatu sendirian (Pengkotbah 4:9); kesatuan akan mendatangkan kekuatan (Pengkotbah 4:11); impian bangsa menjadi kenyataan (Kejadian 6:11); agar dunia menjadi percaya kepada Kristus (Yohanes 17:21-23). Gubernur DKI Jakarta berhalangan hadir dan diwakili oleh Kesbang DKI Jakarta H. Zainal Muspappa. Ia menyambut baik forum ini dan sekaligus mengapresiasi forum karena pada salah satu butir deklarasi menyatakan pengentasan kemiskinan. “Model ni akan ditiru di jajaran Pemerintahan dan bermakna bagi banyak pihak”, ujarnya. Acara diakhiri dengan penyerahan deklarasi oleh salah satu wakil forum kepada H. Zainal. [pram]

 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh