Kalau Tidak Salah, Lawan ! - Apa Kata Todung Mulya Lubis ?
Ditulis oleh prambudi Senin, 20 Juni 2011 13:14
| Indeks Artikel |
|---|
| Kalau Tidak Salah, Lawan ! |
| Sosok Yap Thiam Hien |
| Paparan Ketua Umum PGI |
| Apa kata Todung Mulya Lubis |
| Seluruh halaman |
Sosok Yap sebagai pemberi semangat, idealisme, tidak takut dan tidak jera menghadapi resiko, merupakan penilaian pengacara kondang Todung Mulya Lubis pada acara kuliah umum ini. Di mata Todung, Yap adalah sosok yang tidak mengejar ketenaran dan uang. Sembari mengkritisi situasi terkini seperti diskriminasi dan kekerasan pada tingkat yang mengkhawatirkan seperti keberadaan gereja yang dipermasalahkan, sulitnya mengurus pendirian gereja, pembiaran negara atas kekerasan yang terjadi. “Apa reaksi Om Yap jika ia masih hidup menyikapi kondisi seperti ini ?,” ujarnya dengan nada tanya. Tentang peran gereja, Todung menegaskan, gereja seharusnya berani meneladani penegakan hukum, keadilan, HAM di tengah situasi yang bobrok ini. Acara ini dipandu oleh Prof. Jan Aritonang. [pram]
Yap Thiam Hien lahir di Koeta Raja, Aceh (25 Mei 1913). Ia memperoleh gelar Meester in de Rechten, Leiden, Belanda (1946) dan pada tahun 1948/1949, ia membuka kantor pengacara bersama Mochtar Kusumaatmadja. Ia ikut berperan untuk mendirikan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Harry Tjan Silalahi memberikan julukan Yap sebagai triple minority (Tionghwa, Kristen, Jujur).
Berita Terkait


