Jangan Putus dengan Komunitas !
Ditulis oleh prambudi Senin, 30 Agustus 2010 15:41
Billy mengutip nats dengan perikop perumpamaan seorang anak yang hilang (Lukas 15:11-20). Komunitas, menurutnya, perlu sebagai wadah tempat mendidik, pembentukan karakter, pementoran dan lain-lain.
"Jangan keluar dari rencana dan panggilan Allah. Anak yang hilang itu akhirnya mengurus makanan babi. Contoh lainnya yakni Yunus yang ditelan ikan besar karena lari dari panggilan Tuhan," ujarnya.
Tentang kondisi bangsa terkini, Billy mengingatkan, Tuhan memanggil generasi muda untuk berperan bagi pemulihan bangsa. Dari sisi perekonomian, ia rindu agar mata uang Rupiah mendapatkan posisi terhormat dalam percaturan keuangan internasional, sebagai nilai tukar yang diperhitungkan dunia.
"Anak muda harus semangat, mempunyai cita-cita dan ambisi positif tapi jangan ambisius. Teruslah berdoa bagi bangsa tercinta ini," katanya."Resep" perkenanan Tuhan untuk anak muda menurutnya, renungkan Firman Tuhan secara teratur, hidup apa adanya, jadi terang dan garam di sekolah, kampus, minta pengurapan kuasa Roh Kudus, doa bagi bangsa dan negara. "Jangan keraskan hati saat ditegur Firman Tuhan, kembalilah ke kasih mula-mula dan carilah Tuhan," demikian Billy.
Sebelum renungan Firman Tuhan, para kawula muda ini mempersembahkan drama yang berjudul "Kembalinya si-anak yang hilang". Acara ini digelar DPA Pengurus Daerah Wilayah Jakarta-Pusat dan dihadiri segenap pengurus DPA DKI Jakarta, Ketua dan pengurus DPA BPH GBI dan kaum muda se-DKI Jakarta. Selamat Ultah ke-39 !. [pram]


