Gereja Bethel Indonesia

Dibalik Kekuatan Media - Posisi Media

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Dibalik Kekuatan Media
Posisi Media
Seluruh halaman

 


Pembicara kedua, Arswendo Atmowiloto, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah,tahun 1948. Ia adalah seorang kartunis, penulis, wartawan dan mantan Pemred tabloid Monitor di tahun 1990. Menurutnya, agar sebuah media memiliki posisi (positioning), ia harus memenuhi kriteria antara lain membuat media yang baik, profesional, bersekutu berjejaring, Red), dan memiliki unsur kreatifitas. “Media yang baik mencakup antara lain tulisan didalamnya bagus, sehingga masyarakat mau membelinya. Media harus dikelola secara profesional dan dalam mewartakannya, ia harus didukung oleh dasar kasih Kristus,” ujarnya.


tiup lilinPeranan media yang strategis dan penting diakui oleh Indri Hautama, seorang hamba Tuhan. Menurutnya, ia setuju dengan paparan Arswendo soal media. Ia berpesan agar pelayanan gereja tidak hanya bersikap internal, tetapi melangkah keluar untuk melaksanakan Amanat Agung.


“Jangan sampai gereja putus hubungan dengan dunia, sehingga ia menjadi eksklusif,” katanya. Ia mendorong gereja melakukan inovasi dalam pelayanan, guna meningkatkan perekonomian jemaat.

  Artikel Terkait



Acara Ultah ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Chief Executive Officer Charisma Indonesia (Jusan Margetan), Chief Operating Officer (Swanky Djongroaminoto) dan Direktur (Agus Rianto). Para jajaran manajemen juga menandatangi perjanjian kerja-sama dengan Mentawai Summit dan Impact Asia Pacific sebagai mitra media. Acara ditutup dengan pengundian door prize dengan hadiah sebuah BlackBerry. Selamat dan Sukses. [pram]



Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh