Dibalik Kekuatan Media - Posisi Media
Ditulis oleh prambudi Jumat, 12 Agustus 2011 10:11
| Indeks Artikel |
|---|
| Dibalik Kekuatan Media |
| Posisi Media |
| Seluruh halaman |
Pembicara kedua, Arswendo Atmowiloto, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah,tahun 1948. Ia adalah seorang kartunis, penulis, wartawan dan mantan Pemred tabloid Monitor di tahun 1990. Menurutnya, agar sebuah media memiliki posisi (positioning), ia harus memenuhi kriteria antara lain membuat media yang baik, profesional, bersekutu berjejaring, Red), dan memiliki unsur kreatifitas. “Media yang baik mencakup antara lain tulisan didalamnya bagus, sehingga masyarakat mau membelinya. Media harus dikelola secara profesional dan dalam mewartakannya, ia harus didukung oleh dasar kasih Kristus,” ujarnya.
Peranan media yang strategis dan penting diakui oleh Indri Hautama, seorang hamba Tuhan. Menurutnya, ia setuju dengan paparan Arswendo soal media. Ia berpesan agar pelayanan gereja tidak hanya bersikap internal, tetapi melangkah keluar untuk melaksanakan Amanat Agung.
“Jangan sampai gereja putus hubungan dengan dunia, sehingga ia menjadi eksklusif,” katanya. Ia mendorong gereja melakukan inovasi dalam pelayanan, guna meningkatkan perekonomian jemaat.
Artikel Terkait
Acara Ultah ini ditandai dengan pemotongan kue oleh Chief Executive Officer Charisma Indonesia (Jusan Margetan), Chief Operating Officer (Swanky Djongroaminoto) dan Direktur (Agus Rianto). Para jajaran manajemen juga menandatangi perjanjian kerja-sama dengan Mentawai Summit dan Impact Asia Pacific sebagai mitra media. Acara ditutup dengan pengundian door prize dengan hadiah sebuah BlackBerry. Selamat dan Sukses. [pram]


