Gereja Bethel Indonesia

Bukan Kasih Biasa - Akibat Tidak Mengampuni

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Bukan Kasih Biasa
3 Macam Kasih
Akibat Tidak Mengampuni
Seluruh halaman

 

“Orang percaya yang belum bisa mengampuni, berarti ia belum mempunyai Kristus dalam kehidupannya,” ujarnya dengan nada mengingatkan jemaat. Hamba Tuhan dan sekaligus seorang dokter ini, menjabarkan bahwa jika seseorang tidak bisa mengampuni, maka tidak tertutup kemungkinan ia bisa terserang sakit-penyakit.

Hal itu, katanya, tertulis pada nats Matius 18:21-33. Sakit penyakit dituliskan dalam bentuk perumpamaan yaitu “algojo-algojo” pada ayat 33-34 “Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?. Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya”.


Soal pengampunan, Pdt. Ruyandi menafsirkan bahwa hal itu harus dilakukan sebanyak 70 pangkat 7 yang setara dengan jumlah yang besar yaitu triliun. “Jadi pengampunan itu bukan bukan 70 x 7, tetapi lebih besar dari pada hal itu,” ujarnya. Nats Matius 18:21-23 “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?". Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya”.“Pengampunan Bapa melebihi apapun juga. Kita bisa melepaskan pengampunan kepada orang lain, seperti Bapa yang memiliki kasih agape,” ujarnya.


Pdt. Setia Mulja Dharmawan selaku pimpinan PDFA, mengatakan bahwa kegiatan kerohanian yang dipimpinnya terdiri dari berbagai denominasi gereja dan tidak bertujuan untuk mendirikan sebuah gereja. “Menumbuhkan iman, kerohanian dan mengenalkan kebenaran yang hakiki yaitu Yesus Kristus adalah misi PDFA,” ujar Pdt. Dharmawan.


Pdt. Dharmawan selain melayani di PDFA, juga membantu pelayanan untuk Lembaga Permasyarakatan (LP) dibawah naungan GBI Gatot Subroto (Induk Senayan) Jakarta yaitu LP Pondok Bambu, LP Salemba, LP Tangerang dan LP Paledang Bogor. [pram]



Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh