Gereja Bethel Indonesia

Terkini

Hentikan Kekerasan di Papua !

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh prambudi Jumat, 11 November 2011 16:20

 

 

E56-PapuaPGIDamai itu dambaan semua insan manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali. Kondisi tersebut sepertinya saat ini sulit didapatkan di Papua. Pergolakan dan kekerasan masih saja terjadi di sana, dengan berbagai penyebab dan alasan. Situasi terkini yang terjadi yakni unjuk rasa Serikat Pekerja PT. Freeport, Timika, aksi damai Konggres Papua III di Abepura, Jayapura (16-19/10) lalu. PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) mengeluarkan pernyataan seputar kejadian tersebut di Jakarta (Senen, 7/11).

 

HMC : Siapakah Aku Ini ?

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh prambudi Selasa, 08 November 2011 11:03

Siswa siswi SMPD Jonggol Angk XIIIUntuk meningkatkan kapasitas pelayanan para pelayan Tuhan khususnya siswa-siswi SMPD Jonggol angkatan XIII, Departemen Misi Pelmas BPH GBI bekerja-sama dengan BPD Jawa Barat mengadakan HMC (Healing Movement Camp) di Graha Bethel, Jakarta (8-9/11).

 

Tercatat 16 siswa dan 7 siswi mengikuti HMC ini. Menurut keterangan singkat pembicara, Suleman, HMC ini akan diisi dengan pemaparan materi yaitu pemulihan hati Bapa, gambar diri, hidup benar dan kudus di hadapan Tuhan, pemulihan luka bathin, dan pelepasan.Lebih lanjut, Suleman yang juga Kepala Departemen HMC GBI Giant Bekasi menambahkan, materi pemulihan hati Bapa berhubungan dengan pemulihan hubungan dengan orang tua, gembala dan Tuhan.

 

   

Peran Media Kristen

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh prambudi Selasa, 01 November 2011 14:30

PembicaraMedia Kristen mempunyai tugas untuk memberikan pencerahan agar manusia Indonesia secara suprastruktur, infrastruktur bisa mengamalkan 5 sila Pancasila, demikian dikemukakan Sabam Leo Batubara, mantan Wakil Ketua Dewan Pers di Jakarta (27/10). Sebelumnya, Markus Ketua Perwamki membuka acara ini dengan memotong tumpeng sebagai tanda ulang tahun Perwamki ke-8 dan diberikan kepada Konstan Punggawa penasehat Perwamki dan mantan anggota DPR RI.




Froum diskusi ini bertemakan “Menjadikan Media Kristen Sebagai Pembawa Kabar Baik dan Memperkuat NKRI”. Acara ini diadakan oleh Perwamki (Persekutuan Wartawan Media Kristen Indonesia) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI. Leo Batubara memaparkan perkembangan freedom from dalam tiga tahap yaitu Pertama, Pemerintah dan DPR menerbitkan UU No. 40, tahun 1999 tentang Kebebasan Pers. Kedua, penyelenggara negara memberlakukan kebijakan dan menerbitkan UU yang mengancam pers. UU tersebut antara lain UU No. 11/2008 tentang ITE, UU Intelejen, RUU Rahasia Negara dan lain-lain. Ketiga, penyelenggara negara melakukan pembiaran kekerasan terhadap wartawan. Ia mengingatkan fungsi pers berdasarkan UU No. 40/1999 yang terdiri atas 5 fungsi : media informasi, media edukasi, media hiburan,  media sebagai kontrol sosial. Selain itu, tokoh pers ini juga menyampaikan agar wartawan mentaati Kode Etik Jurnalistik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Berdasarkan kelompoknya, Leo Batubara membagi media menjadi 3 kelompok yaitu media “abal-abal” (cari amplop, memeras pejabat, terbit tanpa indahkan standar profesi), media “kuda” (terbit untuk memperjuangkan kepentingan tertentu) dan media setia dan peduli kepentingan rakyat. Brigjen TNI AD Harsanto Adi S., MM (Asdep Media Massa Kemenko Polhukam) memaparkan tentang peranan media Kristiani di tanah air. Ia mengapresiasi peran media Kristen yang turut serta membangun nilai-nilai Kristiani, seperti menyuarakan kabar baik, keadilan, perdamaian, kerukunan, pro sosial dan kesra di tengah masyarakat majemuk. “Media Kristiani berjuang untuk sebuah nilai perdamaian, kerukunan, kasih, kepedulian, keadilan, kebersamaan dan kebenaran,” tuturnya.


Harsanto mengharapkan, media Kristen bisa membuka ruang (opini) bagi tokoh dan pemikiran dari kalangan non Kristen, sehingga pembaca bisa memahami pikiran dan pandangan di luar komunitas Kristen. Media Kristen bisa memahami bahwa NKRI sudah final dan tetap konsisten kepada 4 pilar (Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemuda).


Fungsi pers menyampaikan gagasan, inspirasi secara kritis terhadap berbagai pihak.Selain itu pers melayani hak publik untuk mengetahui hal tertentu, memperoleh informasi, merupakan inti paparan Victor Silaen (pengamat media). Dengan nada bertanya, ia berkata apakah media saat ini semakin mengapresiasi pluralisme ditengah arus disintegrasi, radikalisme, dan ekstrimisme ?. “Media Kristen harus dikelola secara profesional dan ideal. Jangan jadi provokator, “tong sampah” untuk mencacimaki pihak lain,” demikian Victor.  [pram]

   

Empower21 Asia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh prambudi Senin, 31 Oktober 2011 13:58

Kotbah Pdt NikoEmpowered 21-Asia pertama diadakan di SICC Sentul, Bogor (25-28/10). Sekitar 48 bangsa dari negara-negara Asia hadir pada acara ini. Mereka antara lain perwakilan dari Uzbekhkistan, Kazakhtan, Irak, Yordania, Afghanistan, Nepal, China dan Hongkong (600 peserta) , Burma, Vietnam (300 orang) , Thailand (160 peserta) , Filipina (160 peserta) , Jepang, Hongkong,  dan lain-lain. Ada juga perwakilan dari Amerika dan Eropa.

   

Dampak berjejaring bagi Visi untuk Transformasi

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Selasa, 25 Oktober 2011 10:53

Pdm. Timotius Tan, MA (Ketua PP DPA GBI)


Graha Bethel-DPA GBI, Dihari kedua Konsultasi Nasional 2011, acara dimulai dengan praise & worship, yang dilanjutkan dengan sesi 4 dengan pembicara Pdm. Timotius Tan (Ketua Pengurus Pusat DPA GBI). Mengutip dari Matius 16:21-23, katanya bahwa untuk mentransformasi bangsa ini generasi muda harus memiliki Pola pikir Allah dan memiliki perasaan Allah.


   

Halaman 9 dari 15