Gereja Bethel Indonesia

Tanpa Ketaatan Berkat Lenyap

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bacaan: I Samuel 15:1-35

 

"Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan" (Ayat 22b)

 

Ketaatan kepada Tuhan menghasilkan berkat yang menakjubkan, pelanggaran atau ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Apabila manusia semua taat kepada Tuhan senantiasa, dunia ini akan menjadi seperti Sorga di bumi.

 

Ketaatan akan membawa kasih di antara sesama dan keadilan kepada setiap orang, tetapi sangat menyedihkan, karena banyak orang Kristen lebih mengutamakan kehendaknya atau keinginannya dan bukan kehendak Allah.

 

Apabila kita mengutamakan kehendak manusia lebih dahulu, maka kita akan mengalami kecemburuan, kedengkian, peperangan, permusuhan, ketidakadilan dan sebagainya, sehingga semua persoalan akan menjadi rusak.

Juga banyak anak Tuhan hanya taat kepada Tuhan karena keharusan, bukan karena keinginan atau kemauannya sendiri. Tetapi ketaatan yang keluar dari keinginan hati, itulah yang mendatangkan berkat-berkat dalam hidup.

 

Mereka yang memilih mengikuti Tuhan dengan sukarela, kepadanya Tuhan akan memberikan berkat. Kalau kita mentaati kehendak Allah dan mengiring Dia dengan setia, maka kita akan memperoleh damai sejahtera dan bukan kekacauan.

 

Ketika raja Saul hendak berperang melawan orang Amalek, Tuhan telah memerintahkan Saul untuk menumpas bangsa itu dan tak seorangpun disisakan, demikian juga ternak-ternaknya, tetapi Saul menuruti keinginannya sendiri dan mengabaikan perintah Tuhan. Lalu Tuhan mengutus nabi Samuel kepada Saul dan dia bertanya: "Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?" (ayat 19).

 

Ketaatan kepada Tuhan melahirkan berkat yang melimpah

 

Saul mendengarkan suara Tuhan, tetapi sebagian perintah Tuhan ditaati dan sebagian pula tidak. Orang Amalek telah ditumpasnya, tetapi raja Agag dibawa pulang dan kambing domba, lembu-lembu yang terbaik tidak ditumpasnya dan sedianya dikhususkan untuk persembahan korban kepada Tuhan. Tetapi kata Tuhan melalui Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN?" (I Samuel 15:22a).

 

 
Renungkanlah

1. Bagaimana caranya agar saudara dapat taat dan setia melakukan perintah Tuhan?

2. Hal apa saja yang sering menjadi penyebab saudara tidak taat kepada Perintah Tuhan? Bagaimana saudara menyingkapinya?

3. Sudahkah saudara taat mendengarkan suara Tuhan?

 

 

Bukankah banyak orang Kristen memperoleh harta tidak sejalan dengan kehendak Tuhan, tetapi dari hasil itu mereka mempersembahkan sebagian untuk gereja? Dan mereka mengira Tuhan akan senang melihat persembahan dari hasil pelanggaran itu.

 

Jika kita telah ditebus oleh darah Kristus, maka kita adalah milik Tuhan yang harus taat kepada segala perintah-Nya. Jika kita setia taat kepada Tuhan, maka berkat-berkat-Nya akan senantiasa kita nikmati. Sebaliknya, barangsiapa yang tidask taat, maka berkat Tuhan akan lenyap dari hidupnya. Pilih yang mana, setia dan taat kepada Tuhan atau sebaliknya?

 

Doa

Tuhan Yesus, ampuni aku yang sering tidak taat mendengar suara-Mu. Mulai saat ini, aku mau selalu setia kepada segala perintah-Mu, tolong aku ya Tuhan. Amin.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh