Gereja Bethel Indonesia

Tangan Yang Menumpahkan Darah

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bacaan : Amsal 6:17c; 1 Petrus 4:15

D
osa ketiga yang menjadi kekejian di hati Tuhan adalah tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Ini berarti seseorang de­ngan sengaja melakukan tindakan menghilangkan nyawa orang lain. Tuhan sangat mengasihi manusia, satu jiwa sangatlah berharga bagiNya. Bayangkanlah, sejak dari kandungan Tuhan mempersiapkan seorang bayi dengan keunikan dan kemampuan tersendiri. Kemudian dengan kasih sayang yang besar Ia memelihara dan melindungi pribadi yang sangat dikasihNya itu sampai besar, namun tiba-tiba seorang manusia lain yang juga ciptaanNya dengan sengaja merenggut kehidupan makhluk yang dikasihiNya itu. Bukankah itu suatu hal yang sangat menyakitkan hatiNya?

Membunuh sesama berarti menghancurkan karya terbaik Allah.

Betapa kejamnya tindakan membunuh orang yang tidak bersalah, seperti yang dilakukan seorang bisnismen di Aomori, Jepang. Karena bangkrut, ia menyewa dua orang pria untuk menabrak puteri tertuanya. Ia membuat skenario: ia dan kedua puterinya - yang tertua berusia sembilan tahun dan yang satunya lagi tujuh tahun sedang berjalan di jalan raya. Kemudian kedua orang yang disewanya dengan sengaja menabrak puteri sulungnya dari belakang sehingga meninggal dunia. Hal itu dilakukannya untuk mendapatkan uang sebesar $70,000 dari pihak asuransi.

Selain contoh di atas, ada beberapa perbuatan yang dikategorikan sebagai tindakan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Pertama, genosida, yaitu pemusnahan secara sistematis terhadap satu suku atau etnis atau bangsa tertentu, seperti yang dila­kukan oleh Firaun, Raja Herodes, Adolf Hitler, Josef Stalin, dsbnya. Kedua, eutanasia, yaitu tindakan yang dengan sengaja menghentikan kehidupan seseorang yang sedang menderita sakit berat dengan menghentikan pengobatan atau memberi suntikan yang mematikan. Be­berapa orang berpikir bahwa eutanasia tidak bertentangan dengan peri-kemanusiaan, tetapi apakah Tuhan yang sangat menghargai nyawa seseorang, menyetujui pendapat dan per­buatan yang sedemikian? Ketiga, aborsi, yaitu tindakan yang dilakukan secara sengaja un­tuk melenyapkan nyawa seorang bayi tak berdaya yang sedang bertumbuh di rahim ibunya. Pembunuhan itu bisa berlangsung dalam hitungan menit atau jam dengan menggunakan cara-cara tertentu yang kejam.

 
Doa : Tuhan, ajarlah aku untuk selalu mengasihi, menyayangi dan menghargai setiap jiwa karena Engkau sungguh menghargainya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
 

Membenci saudara saja tidak diperbolehkan, karena itu sudah dikategorikan kepada tindak pembunuhan, apalagi sampai menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Tidak ada alasan untuk membunuh siapa pun di bumi ini. Tuhan menegaskan hal ini pada perintah-Nya yang keenam, "Jangan membunuh." (Kel 20:13). Bahkan lebih lanjut dikatakan terkutuklah orang yang dengan sengaja membunuh sesamanya (Ul 27:24a). Membenci dan membunuh adalah perkara yang dibenci Tuhan, jangan sampai kita melakukan dosa ini!

ManSor No.99 Thn. IX


Konten ini telah dikunci. Anda tidak lagi dapat memposting komentar apapun.