Gereja Bethel Indonesia

Merdeka Dari Kuasa Intimidasi

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Bacaan: Daniel 3:15-18

 

"Sekarang, jika kamu bersedia, ...sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga kedalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?" (ayat 15)

 

Setiap kita pasti memiliki kesempatan mendapatkan intimidasi, entah itu datang dari seseorang, mungkin rekan kerja, teman segereja atau bahkan barangkali atasan atau orang yang paling dekat pada kita sekalipun.

 

Cara lain intimidasi bisa datang dari si iblis yang terus membisikkan hal-hal yang negatif tentang diri kita, pada prinsipnya, kapan pun dan dimana pun kita sangat mungkin terintimidasi. Baik jemaat atau pun para hamba Tuhan, bahkan pendeta sangat mungin mendapatkan intimidasi.

Dalam teks bacaan yang kita ambil hari ini, Daniel 3:15 memperlihatkan bahwa tiga pemuda Yahudi yang berada di kerajaan Babel mendapat intimidasi langsung dari raja Nebukadnezar yang mencecar mereka agar ketika mereka mendengarkan bunyi-bunyian yang dimainkan, mereka sujud kepada patung yang dibuat dan menyembah.

 

Nebukadnezar malah menambahkan, bahwa jika Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mau menyembahnya akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, serta menyebutkan "dewa mana yang bisa melepaskan mereka."

 

Apa yang disampaikan oleh Nebukadnezar adalah kalimat yang intimidatif, memojokkan, bernada mengancam bahkan mengecilkan iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Seolah-olah mereka dipandang hanyala orang-orang biasa yang tidak memiliki Allah yang besar.

 

Mengintimidasi adalah salah satu pekerjaan iblis

 

Pada prinsipnya apa yang disampaikan oleh raja Babel tersebut, sekaligus juga menunjukkan bahwa ia mengecilkan kuasa dan kehebatan Allah yang dipercaya ketiga pemuda ini. Namun apakah dengan kalimat itu mereka gentar? Pada dasarnya tidak, mereka semua tetap pada pendirian mereka dalam iman. Ada tiga hal yang membuat mereka tidak gentar dan tidak gusar, yakni:

 
Renungkanlah

1. Kapan terakhir kali saudara mengalami intimidasi? Dalam hal apa intimidasi itu terjadi?

2. Bagaimana cara saudara keluar dari intimidasi tersebut?

3. Ceritakanlah kuasa Tuhan Yesus yang membebaskan saudara dari pengalaman intimidasi?

 

 

Pertama, Mereka memiliki ketenangan (ayat 16). Jawaban Sadrakh dan kawan-kawannya memberikan indikasi, bahwa mereka tenang dalam menghadapi ancaman / intimidasi dari Nebukadnezar. Mereka memberikan jawab dengan tenang; tidak gusar, tidak kalang kabut dan tidak terpengaruh secara negative.

 

Kalimat itu disebutkan: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini." Jika kita ingin lepas dari kuasa intimidasi apapun, maka kita harus tenang. Dalam ketenangan, kita mendapatkan kekuatan dan kemampuan untuk mengalahkan segala-galanya.

 

Kedua, Mereka memiliki iman yang teguh (ayat 17). Teks dalam ayat ini memberikan catatan yang spesial bahwa apa yang telah disampaikan oleh Nebukadnezar sebagai ancaman, hukuman dan intimidasi bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak menjadi persoalan, karena mereka adalah pemuda yang yakin dan percaya kepada Tuhan.

 

Iman yang teguh dan sungguh kepada Tuhan, membuat mereka tidak gentar terhadap intimidasi dan ancaman raja Babel tersebut.

 

Ketiga, Mereka mengerti resiko dan siap menghadapinya (ayat 18). Hal yang paling penting kita mengerti tentnag Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yaitu mereka adalah pahlawan iman, dimana mereka tidak gentar akan apa pun dan siap menghadapi atau mengalami resiko apa pun.

 

Karena itu, jelas-jelas bahwa ancaman Nebukadnezar tidak membuat mereka mundur, mereka tetap bersikukuh tidak mau menyembah patung emas yang dibuat raja Babel itu. Siap dengan resiko, ternyata membuat kita lepas dari kuasa intimidasi.

 

Doa

Tuhan Yesus, beri kekuatan kepadaku untuk menghadapi setiap intimidasi dari "si jahat". Aku mau selalu hidup berkemenangan di dalam-Mu Tuhan. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh