Gereja Bethel Indonesia

Menjadi Anak Bapa

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Bacaan: Yohanes 1:12-13

 

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" (Ayat 12)

 

Untuk memahami kehidupan dengan benar, maka kita harus mengenal siapa diri kita, mengenal diri bukan identitas di mata manusia, melainkan siapa kita menurut Tuhan. Banyak waktu terbuang dengan sia-sia hanya karena manusia berusaha membangun identiitas dirinya dimata manusia lain.

 

Aku adalah "anu", pendidikanku tinggi atau aku cantik, ganteng, terhormat, kaya, patut dianggap penting. Jangan lupa, aku si 'anu'! Demikianlah kodrat yang mengalir dalam jiwa manusia berdosa.

 

Untuk memahami manusia menurut Tuhan, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dari sumbernya yang benar yaitu ALKITAB. Orang yang tidak mengenal dirinya tidak akan mengenal Tuhan dengan benar dan tidak pernah bisa menempatkan dirinya secara benar dihadapan-Nya.

 

Harus dipahami dengan sepenuhnya, bahwa manusia adalah mahkluk ilahi, tetapi bukan berarti manusia adalah dewa atau bisa menjadi Allah. Itulah sebabnya Alkitab tidak ragu-ragu menyatakan manusia bisa menjadi manusia Allah (I Timotius 6:11). Manusia adalah makhluk yang memiliki isi dari Allah yang menciptakannya.

 

Tubuhnya memang dari bumi ini, tetapi isinya roh yang adalah hembusan nafas Allah, itulah sebabnya manusia bisa disebut sebagai anak-anak Allah (Kejadian 6:1-4; Yohanes 1:12-13) dan banyak ayat yang berbicara mengenai ini.

 

Untuk diterima sebagai anak-anak Allah, kita harus meninggalkan ciri kehidupan yang salah

 

Jadi sebutan anak-anak Allah ini bukan hanya status, tetapi memang demikian kenyataannya. Allah pun menyatakan di dalam II Korintus 6:18: "Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laku-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

 

Dengan memahami bahwa manusia adalah mahkluk ilahi seperti yang telah dipolakan oleh Bapa Sang Pencipta.

 
Renungkanlah

1. Siapa sajakah yang disebut sebagai anak-anak Allah? Termasuk jugakah saudara di dalamnya?

2. Sebagai anak-anak Allah, kehidupan seperti apa yang seharusnya kita tunjukkan? Jelaskan secara terperinci!

 
Ini harus diusahakan dengan sangat serius, berhubung manusia sudah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), itulah sebabnya Firman Tuhan berkata: "Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhanm dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu".

 

Untuk diterima sebagai anak Allah yang digolongkan kembali sebagai manusia Allah, ternyata bukan tanpa syarat. Manusia harus meninggalkan cara hidup yang salah, kehidupan yang tidak memuliakan Tuhan dan kembali hidup dalam jalan-jalannya Tuhan. Maukah kita memenuhi syarat itu?

 

Doa

Ampuni segala dosa dan kesalahanku ya Tuhan, yang aku lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Mulai saat ini, aku mau hidup sebagai anak-Mu seturut kehendak-Mu, mampukan dan tolong aku ya Tuhan. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh