Mendengar Keluhan Orang Kadang Berarti Banyak
Ditulis oleh Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA Senin, 21 November 2011 12:58
"Hatiku bergejolak dalam diriku menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku" (Mazmur 39:4)
Banyak orang memiliki masalah yang bergejolak dalam hati, seperti api yang menyala. Itu bukan saja menjadi pengalaman Daud, raja Israel, tetapi juga pengalaman setiap kita. Kita lalu berkeluh kesah dan mencari seseorang untuk dapat mengadu dan membagi beban hidup kita.
Kadangkala kita malu untuk menceritakan masalah kita atas berbagai pertimbangan yang lain, semakin kita berpendapat demikian, semakin beart beban hidup kita (Mazmur 39:2-3). Allah sebagai pencipta manusia mengetahui, bahwa manusia memerlukan tempat untuk mengadu, mengeluh atau juga mengungkapkan rasa bangga, kagum dan bahagia.
Satu lagi ayat Alkitab Perjanjian Lama yang menggambarkan kerinduan Allah sebagai Pendengar keluhan dan permohonan umat-Nya yang diungkapkan nabi Yeremia: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui (Yeremia 33:3).
Satu keluhan yang kita dengar dan responi, kadang dapat memberikan sejuta kebahagiaan bagi seseorang
Karena itu, datanglah kepada-Nya, bawalah segala beban hidup yang berat! Ceritakan pada Dia sesuatu yang mungkin menjadi ganjalan dlam hati perihal kuasa-Nya, keadilan-Nya dan kasih-Nya seperti yang diperbuat raja Daud, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?..." (Mazmur 22:2).
1. Sudahkah saudara memberikan waktumu dan menjadi pendengar yang baik untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarmu? 2. Ketika menghadapi masalah, kepada siapakah biasanya saudara mengadu/menceritakannya? Apakah ada solusi dan motivasi yang saudara dapatkan?
Ceritakan juga pada-Nya bahwa anda bangga memiliki Allah seperti Dia, Yang Mahakuasa, yang mampu melakukan segala perkara (pengkhotbah 8:8), Pengasih dan Penyayang (Mazmur 103:13), Pendengar dan Penjawab doa (Mazmur 102:21). Nyatakan juga rasa syukur dan berterima kasih atas segala berkat-Nya yang telah anda alami, sedang dialami dan akan dialami sesuai dengan janji-janji-Nya (Mazmur 1:3).
Tuhan Yesus Kristus semasa hidup-Nya di dunia ini menyatakan sifat Allah sebagai Pendengar dan Penjawab doa, melalui undangan terbuka-Nya, Ia berkat: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat..." (Matius 11:28).
Orang percaya mendapatkan tempat mengadu, tempat istirahat dan tempat perlindungan, karena Allah dalam Yesus Kristus memproklamirkan diri-Nya sebagai tempat pengungsian (Yesaya 25:4). Tugas yang mulia ini Allah percayakan kepada orang percaya untuk menjadi penunggu saudaranya (Kejadian 4:9), pengingat orang jahat (Yehezkiel 3:18), juru penguat saudara seiman (Lukas 22:32) dan gembala domba-domba Tuhan (Yohanes 21:15-17).
Kita memberi diri dan waktu untuk mendengar keluhan seseorang saja sudah berarti banyak, apalagi mengerjakan tugas pemerhati sesama seperti yang Tuhan tugaskan pada kita.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih utnuk orang-orang yang Kau pakai untuk menjadi sahabat-sahabatku, yang mau mendengarkan segala keluh-kesahku dan memotivasi aku untuk tidak berputus asa dan terus maju dalam Engkau. Amin
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


