Menang Dalam Peperangan
Ditulis oleh Rifka Sulistiowati Kamis, 01 Desember 2011 13:05
Bacaan: Lukas 22:39-46
"Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan" (Ayat 40).
Sering kita mendengar bahwa musuh yang terbesar dalam hidup ini bukanlah orang memiliki postur tubuh besar atau orang memiliki kekuatan pukulan seperti petinju. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, uang, kekuasaan, kekuatan, kecerdasan dapt kita pakai untuk menguasai orang lain, tetapi belum tentu dapat kita pakai untuk menaklukan diri sendiri.
Dalam Lukas 22:39-46, di Taman Getsemani, Yesus harus mengalami peperangan yang berat yakni:
1. Menaklukkan kehendak-Nya di bawah kehendak Bapa (Ayat 42).
Ketika diperhadapkan untuk memilih Tuhan atau pekerjaan, mereka lebih memilih pekerjaan dan meninggalkan Tuhan, takluk berarti tunduk di bawah kekuasaan dan tidak mempunyai hak atas dirinya. Menaklukkan diri kepada Tuhan berarti kita mau kehidupan kita berada di bawah kekuasaan otoritas Tuhan. Yesus pun mengalaminya, dima Dia harus berjuang untuk menaklukkan kehendak-Nya dibawah kuasa otoritas Bapa.
Menaklukkan diri bukanlah hal yang mudah, karena manusia cenderung lebih suka memberontak ketika dalam proses Tuhan, lebih suka berada dalam zona nyamannya. "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu!" (Yakobus 4:7).
2. Melawan ketakutan (ayat 44). Seringkali kita kalah sebelum berperang, hal ini terjadi karena kita merasa takut. Kenapa seseorang tidak suka ditempat yang gelap atau berada di ketinggian? Karena merasa takut. Takut ada bahaya, takut jatuh dan sebagainya, walaupun sebenarnya hal itu belum tentu terjadi.
Seorang pemenang adalah mereka yang mampu menaklukkan dirinya dibawah otoritas ilahi, bebas dari rasa takut dan keletihan rohani
Iblis memakai ketakutan untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam hidup orang percaya, bahkan ketakutan bisa menutup akal sehat kita. Karena ketakutan anak-anaknya akan hidup menderita, seorang ibu tega membunuh keempat anaknya dengan mencampurkan racun ke dalam makanan mereka.
1. Pergumulan berat apakah yang sedang saudara alami saat ini? Bagaimana cara saudara mengatasinya? Kepada siapakah saudara meminta pertolongan? 2. Percayakah saudara, bahwa janji pertolongan Tuhan bagi hidupmu pasti akan Dia tepati?
Dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, Yesus pun merasakan takut dengan apa yang akan Ia alami, sampai peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Dalam Matius 8:26, ketika dalam badai Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: "Mengapa kamu takut?" Hal yang sama Tuhan tanyakan kepada kita.
Kita hanya boleh takut kepada Allah saja, karena Dia yang emmiliki hidup kita (Matius 10:28), apapun masalah yang kita hadapi, jangan takut, tetap jadilah pemenang!
3. Keletihan rohani (Ayat 45). Banyaknya kegiatan dapat membuat kita mengalami keletihan rohani, pergumulan-pergumulan yang belum Tuhan jawab dapat membuat kita letih dan jenuh, bahkan sampai rohani ktia tertidur.
Orang yang letih rohani pasti tidak ada semangat atau gairah untuk berjumpa dengan Tuhan, oleh karena itu. Perlu sebagai orang percaya untuk tetap waspada, terus menumbuhkan dan membangun semangat untuk semakin erat dengan Tuhan.
Supaya jangan menjadi letih, trus menghimpun kekuatan dan menutrisi roh kita melalui Firman Tuhan, membaca buku-buku rohani, aktif dalam pertemuan-pertemuan ibadah, berdoa, mempraktekkan Firman.
Kita harus tahu, bahwa saat kita sedang berperang, Allah tidak tinggal diam. Karena Dia akan memampukan dan memberikan kita kekuatan (Ayat 43).
Doa
Aku serahkan kepada-Mu pergumulan (sebutkan) yang sedang kuhadapi saat ini Tuhan. Kiranya tangan kasih-Mu yang menolong agar masalah ini cepat terselesaikan dan aku tetap kuat menghadapinya. Amin
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


