LIDAH YANG DIBENCI
Ditulis oleh Pdt. Gilberth Lumoindong, S.Th Rabu, 16 November 2011 00:00
Bacaan: Roma 15:14-20
"Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan" (Ayat 18).
Perkataan adalah cerminan dari sikap hati seseorang, ketika sikap hati seseorang tidak baik, biasanya dia akan cenderung mengeluarkan kata-kata yang tidak baik atau menyakitkan, tetapi orang yang hatinya bersih atau baik, sudah pasti kata-katanya adalah kata-kata yang baik. berguna dan menjadi berkat.
Kita sebagai orang pencaya seharusnya mempunyai ciri perkataan yang membangun iman, baik untuk diri kita sendiri maupun iman orang lain. Oleh karena itu. Alkitab berkata: "...Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang. Melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Mat 15:11).
Perkataan harus didasari dari hati, bukan dari sebuah strategi, karena jika perkataan didasari dari sebuah strategi, maka akan muncul tipu muslihat dan hidup akan terus dibayang-bayangi kebohongan. Perkataan yang keluar dari hati dan berbeda dengan perbuatan merupakan hasil dari sebuah strategi, itulah yang disebut munafik.
Lidah yang bercabang selalu menghasilkan perpecahan
Dan Allah sangat membenci orang yang munafik (Mat. 15:7-11) Orang-orang munafik ini adalah batu sandungan bagi orang lain (Mat 23:13) yang pada intinya mereka adalah orang-orang yang tidak tenang dalan hidupnya (Mat. 23:27-28) dan akhir hidup mereka adalah berada dalam neraka yang kekal (Mat. 23:33).
1. Apakah yang dimaksud dengan lidah yang dibenci Tuhan? Apa ciri-cirinya? 2. Sebagai anak Tuhan, bagaimana seharusnya saudara menggunakan lidahmu? 3. Sudahkah lidah saudara dipakai dengan benar dan bermanfaat bagi orang lain?
Orang munafik perkataannya berbeda dengan perbuatannya dan kata-katanya selalu kata-kata yang tidak menjadi berkat, berbeda dengan orang-orang percaya. Perkataan atau lidah orang percaya bukanlah kata-kata benci atau lidah yang dibenci, melainkan kata-kata yang membangun dan berguna.
Lidah yang dibenci adalah lidah yang tidak memberkati, lidah yang munafik, lidah yang tidak ada pengetahuan dan lidah yang tidak ada kuasa. Sebagai orang percaya lidah kita harus bersih. Lidah kita harus digunakan hanya untuk hal yang membangun dan berguna, ingat perkataan atau lidah orang percaya adalah lidah yang berkuasa, oleh karena itu biarlah lidah kita kembali kepada rencana Allah yang sempurna, yaitu untuk meninggikan Kristus, memberitakan kemuliaan dan kasih-Nya dan meluaskan Kerajaan-Nya.
Akhirnya, marilah kita memakai lidah kita hanya untuk memperkatakan perkataan-perkataan berkat, sehingga banyak orang yang akan diselamatkan lewat perkataan kita, baik dalam pemberitaan Injil Kristus, maupun dalam komunikasi sehari-hari.
Doa
Tuhan Yesus, urapilah lidahku, sehingga hanya perkataan-perkataan berkat yang keluar dari mulutku. Ampuni aku, kalau seringkali kata-kataku menyakiti hati-Mu dan hati sesama. Amin.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


