Ditulis oleh Raymond Nelson Sabtu, 16 April 2011 01:49
"Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami". (2 Korintus 9:11).
Dalam perjalanan ke tanah suci, saya sempat mampir ke perusahaan penjunan dan menyaksikan seorang penjunan ahli yang membentuk ketel dengan cekatan. Begitulah Tuhan menciptakan manusia dengan Firman dan RohNya. Itulah sebabnya manusia tidak hanya hidup oleh roti atau nasi saja melainkan oleh tiap-tiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Setiap kali manusia membaca dan mendengar Firman maka terjadilah perubahan.
Firman Tuhan saat ini mengajarkan kebenaran Allah tentang uang dan harta kita. Ada tiga hal yang Alkitab katakana yang mengatur kehidupan umatNya dalam hubungannya dengan miliknya, yang perlu diketahui dengan yakin.
1. Tuhan menghendaki orang percaya mendapat rejeki yang cukup.
Dalam doa Bapa Kami, matius 6:11 dikatakan "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya". Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pengemis. Di Negara yang sudah maju doa ini cenderung tidak diucapkan lagi. Mereka berpikir bias hidup dan berhasil karena usaha mereka sendiri. Namun untuk kita di Indonesia doa ini sangatlah penting, dan marilah kita yakini bahwa Tuhan sanggup memelihara kita, seperti halnya Ia memelihara burung-burung di langit dan mendandani bunga bakung di lading.
2. Tuhan menghendaki kita hidup dalam kelimpahan.
Yohanes 10:10 mengatakan "Pencuri dating hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku dating, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".
Bung Karno (Presiden RI.1) dalam kebaktian bersama di Istora Senayan membaca slogan Yesus Kristus gembala yang baik. Ketika beliau menyampaikan sambutan, beliau mengatakan: "Say abaca disana Yesus Kristus gembala yang baik, tetapi saya katakana Yesus Kristus itu gembala yang Maha baik. Tuhan menghendaki umatNya bukan hanya hidup cukup, namun melimpah supaya mereka dapat menyalurkan berkat Tuhan kepada mereka yang memerlukan pertolongan.
3. Tuhan menghendaki kita mempersembahakn korban syukur yang limpah kepada Tuhan atas berkatNya.
Dalam 2 Korintus 9:11 tertulis "kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami". Artinya kita mengakui segala kelimpahan itu adalah berkat Tuhan, sehingga kita mengucap syukur kepada Tuhan.
Dalam gereja terbesar di dunia yang dipimpin Pdt. Younggi Cho di Seoul – Korea Selatan, jemaat diajarkan untuk menyampaikan korban syukur di dalam amplop persembahan syukur untuk setiap pertolongan Tuhan yang dialaminya (missal: sembuh dari saki, naik kelas, bertunangan, menikah, dll).
Amsal 3:9 "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu". Mengembalikan milik Tuhan (Persepuluhan) berarti juga mengucap syukur kepada Tuhan atas berkatNya (Maleakhi 3:10), Abram membawa persepuluhan kepada Melkisedek setelah ia menerima kemenangan dari Tuhan (Kejadian 14).
Membayar nazar (janji kepada Tuhan) juga merupakan ungkapan syukur kepada Tuan (Mazmur 50:14-15).
Marilah kita perhatikan nasehat Paulus supaya kita memberikan diri kita terlebih dahulu, barulah persembahan kita (2 Korintus 8:5), dan bawalah persembahan dengan sukarela da sukacita (2 Korintus 9:7).


