Gereja Bethel Indonesia

Bebas Dari Rasa Takut

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (Markus 4:40)

 

Ketakutan dalam hidup ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, pada prinsipnya ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya ketakutan dalam diri kita. Gelombang dan topan yang terjadi ketika para murid berlayar bersama dengan Tuhan Yesus merupakan gambaran bagi kita, bahwa dalam hidup ini tanpa disangka-sangka bisa saja terjadi pergumulan, permasalahan dan berbagai hal yang membuat kita takut dan gentar.

 

Bisa sifatnya oleh karena perilaku dan perbuatan kita, namun juga bisa diakibatkan karena situasi dan kondisi. Bahkan dalam tujuan yang positif Tuhan bisa mengijinkan masalah terjadi atas kita, pertanyannya. Apakah kita takut dan menjadi gelisah? Bagaimana kita menyingkapinya?

Dalam teks bacaan renungan hari ini kita dapat mempelajari beberapa hal, yang mana ketakutan terjadi karena kita merasa ditinggalkan oleh Tuhan Yesus. Dalam markus 4:38, ketika Tuhan Yesus tertidur dimaknai murid-murid sebagai ekspresi, bahwa Tuhan Yesus tidak peduli dengan mereka. Itulah sebabnya mereka mengatakan, "Guru tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?" Kalimat ini adalah perasaan seperti ditinggalkan oleh Tuhan Yesus, padahal Tuhan Yesus tidur itu pertanda bahwa Ia membiarkan murid-murid bekerja sendiri. Betulkah demikian?

 

Kita harus mengerti dan menyelidiki lebih dalam, Anda dan saya juga barangkali merasa bahwa ketika ada masalah, Tuhan Yesus jauh dari hidup kita. Bagi saya hal tersebut tidak demikian, bisa saja Tuhan Yesus sedang mau menguji bagaimana iman kita, sejauh mana iman percaya kita kepada Dia?

 

Ketakutan membuat kita tidak bisa melihat kuasa Allah

 

Sebagai orang percaya kita harus bebas dari rasa takut, Tuhan Yesus mengungkapkan kalimat seperti ditulis oleh Markus 4:40 "Mengapa kamu begitu takut?" Kalimat ini hendak menanyakan sekaligus menegaskan, apa alasannya para murid itu takut.

 

Memang dipandang dari situasi dan kondisi yang dialami para murid, maka jelas keadaan yang kacau-balau, morat-marit oleh karena gelombang dan angin ribut membuat mereka kehilangan kepercayaan. Jadi dari hal ini ktia memahami dengan dalam, bahwa kita bisa bebas dari rasa takut jikalau:

 
Renungkanlah

1. Hal-hal apa sajakah yang membuat saudara mengalami ketakutan dalam hidup ini?

2. Bagaimana saudara menyelesaikan rasa takut dalam hidupmu? Sharingkan atau saksikan itu kepada teman-teman seiman!

3. Apa yang pertama kali saudara lakukan, ketika rasa takut menderamu?

 

 

Pertama, Kita tidak kehilangan kepercayaan. Lihat dan baca dengan detail ayat 40, Tuhan Yesus menyebutkan: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Ini memberikan catatan, jangan sampai kita kehilangan keyakinan kepada Dia.

 

Apapun boleh terjadi, tetapi saudara dan saya tidak boleh hilang keyakinan dan pengaharapan. Orang-orang yang kehilangan kepercayaan dalam hidup ini, pasti menjadi bulan-bulanan masalah dan mereka hidup dalam ketakutan.

 

Kedua, Selalu menaruh harapan kepada Tuhan Yesus yang adalah Tuhan atas segalanya. Pola pikir dan pengharapan yang demikian ini membuat kita bebas dari rasa takut, kapan pun dan dimana pun kita berada, bahkan apa pun yang terjadi atas kita. Jikalau kita senantiasa menaruh harapan pada Dia, niscaya kita tetap tenang dan tidak akan takut.

 

Ketiga, Ubah pola pandang kita, bahwa masalah tidak lebih besar dari kuasa Tuhan. Bagian ini menjadi penting, sebab seringkali anak-anak Tuhan berpikiran, bahwa jika masalah ada, maka keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan menjadi sirna. Kita harus bangkit sebagai pemenang dalam hidup ini, sebab kita percaya kuasa-Nya lebih besar.

 

Doa

Tuhan Yesus, angkatlah segala rasa takutku akan masa depanku. Ingatkan aku selalu untuk mampu melihat, bahwa Engkau Allah yang berkuasa, yang akan selalu menolong dan memberkati hidupku sepanjang masa. Amin

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh