Gereja Bethel Indonesia

Bapa Kami Di Sorga

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15)

 

Penyebutan Allah sebagai Bapa terlihat sangat jelas dalam Perjanjian Baru, setiap orang yang percaya kepada Kristus disebut anak-anak Allah dan Roh Allah didalam diri setiap orang percaya mendorongnya untuk menyebut Allah sebagai Bapa.

 

Istilah Bapa yang dikenakan untuk Allah mempunyai makna yang sangat dalam serta istilah tersebut sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Ketika murid-murid meminta untuk diajarkan berdoa, Tuhan Yesus mengajarkan mereka dengan sebuah doa yang terkenal, yakni "Doa Bapa Kami" (Matius 6:9-13). Istilah 'Bapa' memiliki makna dan gambaran tertentu bagi setiap orang percaya, yakni:

 

1. Sebuah hubungan.

Hubungan terdekat dalam hidup ini digambarkan oleh hubungan antara orang tua dan anak. Jika kita mendengar tentang bapa dan anak, maka yang tergambar dibenak kita adalah adanya sebuah hubungan emosional dan khusus antara seorang bapa dan anaknya.

 

Ketika Allah disebut Bapa dan kita anak-anak-Nya, maka DIA sedang membuka diri untuk sebuah hubungan yang dekat dan intim dengan-Nya, Allah bukanlah sosok yang tersembunyi, eksklusif dan membatasi diri-Nya dengan manusia. Tetapi DIA adalah Allah yang sangat ingin membangun hubungan yang sangat dekat dengan ciptaan-Nya. Ketika kita memahami Allah sebagai seorang Bapa, maka kita akan terdorong untuk menghampiri DIA tanpa jarak dan halangan apapun.

 

2. Seorang yang bertanggung jawab dengan hidup kita. Seorang anak memiliki kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan yang perlu dipenuhi dan kebutuhan itu tidak dapat diusahakannya sendiri karena keterbatasannya. Sebagai seorang Bapa, Allah memberikan jaminan bagi kebutuhan hidup kita, sehingga DIA menyatakan, bahwa kita tidak perlu kuatir akan hidup ini, karena DIA Allah yang menjamin hidup kita (Matius 6:31-32).

 

Keharmonisan hubungan kita dengan Tuhan akan tercipta jika kita benar-benar menjadikan-Nya sebagai "Bapa" dalam hidup ini.

 

3. Memiliki wibawa dan otoritas. Seorang bapa disayangi oleh anak-anaknya dan seklaigus disegani karena kewibawaan yang dimilikinya, seorang anak akan merasa nyaman apabila dekat dengan bapanya, karena dia merasakan perlindungan abapanya. Allah adalah tempat perlindungan kita dan DIA memiliki kuasa untuk menolong dan menyertai hidup kita (Mazmur 62:3, 7).

 
Renungkanlah

1. Bagaimana hubungan saudara dengan bapamu (orang tuamu) saat ini?

2. Apa yang dimaksud dengan Tuhan sebagai "Bapa" kita? Jelaskan!

3. Sudahkah saudara memiliki hubungan yang harmonis dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai "Bapa" dalam kehidupanmu?

 

 

Ketika Allah menjadi Bapa dan kita menjadi anak-anak-Nya, maka kita akan memiliki hubungan yang special dengan-Nya. Sehingga kita dapat mengerti dan memahami kehendak dan rencana Tuhan didalam kehidupan kita, sebagai anak, kita akan selalu merasa nyaman dan aman dalam dekapan kasih Bapa dan hdiup kita dilimpahi dengan berbagai kebaikan dari Bapa yang penuh kasih itu. Biarlah kita menjadi anak-anak yang dengar-dengaran kepada-Nya, supaya kita dapat merasakan tuntunan dan penyertaan-Nya setiap waktu!

 

Doa

Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau mau menjadi "Bapa-ku" yang selalu dapat aku andaikan dalam hidup ini. Aku serahkan seluruh hidupku hanya dalam tangan pengasihan-Mu Tuhan. Amin.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh