Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

RubinAdi_AbrahamKarunia Roh Kudus adalah kemampuan ilahi yang diberikan oleh Roh Kudus menurut kehendak-Nya kepada orang percaya untuk kepentingan bersama dalam membangun Tubuh Kristus.  Karunia-karunia Roh ini bukanlah sesuatu yang "wajar", dapat dipelajari, bukan karunia alamiah, tetapi merupakan manifestasi/wahyu illahi.

1. Perkataan Hikmat. Yaitu kemampuan istimewa untuk mengetahui pikiran Roh Kudus, sehingga memiliki wawasan dan mengetahui cara pemecahan terbaik sehubungan dengan sebuah situasi atau masalah. Fungsinya untuk: 1) Memecahkan masalah yang rumit, misalkan Salomo dan 2 orperkatang ibu yang memperebutkan seorang anak (I Raj. 3:16-28).  2) Menghadapi para penganiaya yang membenci Kristus (Mat. 10:18-19).  3)  Memenangkan jiwa baru - harus dengan hikmat Allah.

 

2. Perkataan Pengetahuan/Marifat. Yaitu suatu pengetahuan rohani yang diwahyukan Roh Kudus tentang kehidupan seseorang, tentang suatu fakta/keadaan yang kita hadapi yang tak mungkin terungkap oleh hikmat duniawi. Jadi bukan melalui proses berpikir secara alamiah melainkan oleh wahyu Roh Kudus yang bersifat Ilahi. Contoh: Yesus tahun Natanael sebelum Dia bertemu (Yoh. 1:48), Yesus tahu kehidupan wanita Samaria (Yoh. 4:18).  Tujuannya untuk: 1) Menyatakan dosa manusia yang tersembunyi agar dia bertobat, misalnya: Wanita Samaria, kelicikan Gehazi (II Raja-raja 5:26)  2) Menerangi pikiran untuk mengerti (Luk. 24:45)     3) Menyatakan sesuatu yang akan terjadi, mis: Yohanes di Patmos.

3. Karunia Iman. Yaitu kemampuan istimewa untuk mengerti kehendak Allah pada suatu saat dan dengan kepercayaan luar biasa memperkatakannya, sehingga menjadi kenyataan. Contoh: Daniel masuk ke kandang singa bukan dengan penyerahan nasib, tetapi dengan iman yang positif yang mengatup mulut singa-singa itu (Ibr. 11:33).  Elia di bukit Karmel, bisa berdoa dengan tenang dan yakin akan jawaban Allah (I Raj. 18).

4. Karunia Kesembuhan. Yaitu kemampuan istimewa untuk dalam tuntunan Tuhan melakukan tindakan iman yang menyebabkan kuasa Tuhan bekerja dan kesembuhan terjadi atas diri seseorang di luar cara-cara alamiah.  Tujuannya untuk: Meneguhkan Firman Allah, mempersiapkan hati manusia untuk menerima Injil Kristus dan meringankan penderitaan manusia.  Perlu diperhatikan:  Dengan karunia kesembuhan, kita tidak dapat menyembuhkan setiap orang bila mereka tidak percaya (Mrk. 6:5-6).  Jadi orang yang sakit perlu mendengarkan Firman agar imannya dibangunkan dulu dan percaya kepada Kristus dan kuasa-Nya.  Karunia menyembuhkan juga tidak selalu menyembuhkan seketika tetapi bertahap/ berangsur-angsur, ada proses. Contoh: sepuluh orang kusta (Luk. 17:11-19), orang buta di Betsaida (Mrk. 8:22-26),  Hizkia (II Raj. 20:5-7).  Ini berbeda dengan karunia mujizat yang terjadi seketika.

5. Karunia Mukjizat. Yaitu kemampuan istimewa untuk bertindak sebagai pengantara bagi Allah untuk melakukan perbuatan-perbuatan supranatural secara nyata.  Ada  berbagai jenis mujizat, misalnya:  Mujizat kesembuhan yang terjadi seketika (Kis. 4:22), mengusir setan (Mrk. 9:38-39), membangkitkan orang mati (Yoh. 11:39-45; Kis. 9:36-43). Selain itu mujizat yang luar biasa, misal: bayangan Petrus menyembuhkan (Kis. 5:15), air berubah menjadi anggur (Yoh. 2), jubah Elia membelah sungai Yordan (II Raj. 2:8), angin ribut diredakan (Luk. 8:22-25), memberi makan 5000 pria dengan 5 roti dan 2 ikan (Yoh. 6:5-13). Tujuannya antara lain:  Menimbulkan rasa takut akan Allah, misalnya bangsa Israel melintasi laut Merah (Kel. 14:31),  membuktikan Allah itu hidup dan Mahakuasa, misalnya Elia di bukit Karmel menurunkan api dari langit (I Raj. 18),  mengantarkan orang banyak kepada keselamatan (Kis. 5:12-14).  Ini penting dalam pekabaran Injil dan pertumbuhan gereja.

6. Karunia Nubuat. Yaitu kemampuan istimewa untuk menerima dan menyampaikan pesan Tuhan melalui ucapan yang diurapi Tuhan dan bahasa yang dapat dimengerti orang lain. Karunia bernubuat berbeda dengan khotbah biasa, karena karunia nubuat ini datangnya dari Allah secara supra natural dan diucapkan oleh orang yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk menyampaikan pesan/isi hati Allah kepada jemaat.  Ada dua fungsi utama nubuat:  1) Mengucapkan/ meneruskan Firman allah yang telah diwahyukan Roh Kudus kepada jemaat (forth-telling) yakni untuk membangun, menasehati, dan menghibur jemaat. 2) Memberitakan hal yang akan datang, yang diwahyukan Roh Kudus atau (Fore-telling) jadi bersifat eskatologi. Contoh: nubuat nabi Agabus (Kis. 11:27-29; 21:10-13).  Nabi-nabi semacam ini ada setiap zaman untuk mengingatkan orang tentang bencana, gempa bumi, perang, dll.

7. Membedakan Bermacam-macam Roh. Yaitu kemampuan  yang memungkinkan kita mengenali jenis-jenis roh, dan membedakan antara yang berasal dari Tuhan, manusia atau setan. Ini bukanlah kemampuan untuk menilai watak orang, membaca pikiran orang atau pengertian mendalam tentang perangai manusia seperti yang dipelajari dalam psikologi, tapi sifatnya Illahi untuk menguji roh.  Dengan karunia ini kita tahu roh apa yang sedang bekerja.  Kita juga bisa tahu sumber penyakit, apakah alamiah karena kuman, akibat dari dosa ataukah karena serangan kuasa setan.

8. Berkata-kata dalam bahasa Roh. Yaitu kemampuan untuk menerima serta menyampaikan pesan langsung dari Allah untuk jemaat-Nya melalui pernyataan ilahi yang diurapi, dalam bahasa yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya.  Karunia bahasa roh berguna untuk peneguhan iman pribadi (I Kor. 14:4a, Yud. 20).  Ada karunia bahasa roh untuk ditafsirkan yang sederajat dengan nubuat bila ada yang menafsirkannya, karena tujuannya untuk menyampaikan pesan Allah untuk jemaat (I Kor. 14:5, 27-28).

9. Menafsirkan bahasa Roh. Yaitu kemampuan untuk menafsirkan bahasa roh yang tidak dimengerti ke dalam bahasa yang dimengerti oleh jemaat, agar jemaat diteguhkan imannya.  Penafsiran itu diterima bukan karena dengan seksama memperhatikan kata-kata orang yang berbahasa roh, melainkan karena memusatkan rohnya kepada Allah.  Tafsiran itu diberikan melalui penglihatan, beban/ kesan dari Roh Kudus. Jadi penafsiran bahasa roh bukanlah terjemahan dari setiap suku kata bahasa roh tersebut, sehingga bisa lebih pendek atau lebih panjang (bandingkan dengan penjelasan akan sesuatu hal). Semuanya ini bertujuan untuk membangun, menasehati dan menghibur jemaat.

Baptisan Roh Kudus merupakan jalan masuk untuk kita memperoleh karunia manifestasi Roh Kudus ini.  Selanjutnya kita harus  membangun keintiman dengan Tuhan,  memperdalam pengertian akan firman, mengimani Dia ada di dalam hidup kita dan bekerja di dalam serta melalui hidup kita untuk melayani orang lain. Allah memberikan karunia Roh menurut kehendak-Nya sendiri. Ia menempatkan kita secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya. Dengan demikian kita akan menerima karunia tertentu  yang sesuai peranan kita dalam pelayanan. Karunia Roh Kudus dapat juga diperoleh melaui penumpangan tangan/impartasi.  Kobarkan roh kita dengan berdoa dalam bahasa roh dan aktivasikan karunia Roh dengan iman dan kasih (I Kor. 14:26).