Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

RubinAdi_AbrahamTuhan ingin setiap orang percaya menemukan, mengembangkan lalu memfungsikan karunia rohani yang Tuhan beri kepadanya untuk melayani Allah dan sesama. I Petrus 4:10 mencatat, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik bagi kasih karunia Allah."

Manfaat mengetahui karunia rohani, antara lain:

1.  Kita dapat mengetahui potensi yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

2.  Menempatkan pelayan Tuhan sesuai dengan karunia rohani yang dimilikinya, sehingga lebih termotivasi untuk melayani Tuhan dan pelayanannya pun akan lebih efektif (the right man on the right place, doing the right job in the right time, for the right purpose).

 

Bagaimana kita mengetahui karunia kita?

1.  Selidiki kemungkinannya (melalui penelitian Alkitab, kuisioner, minat, kecenderungan, berkenalan dengan orang-orang yang memiliki karunia).

2.  Adakan percobaan/latihan dengan karunia-karunia tersebut.  Jangan menolak kesempatan melayani walau kadang Anda merasa tidak mampu. Mungkin Anda akan menemukan karunia Anda disitu. Contoh: Filipus, pelayanan diakonia yang menolong janda, jadi Filipus si pemberita Injil (Kis. 21:8).

3.  Teliti dan uji perasaan kita.  Apakah Anda merasakan sukacita dan kepuasan ilahi disitu.

4.  Mengevaluasi efektifitas kita dalam melakukan sebuah pelayanan.  Apakah kita berbuah disitu?

5.  Perhatikan adanya peneguhan dari anggota tubuh Kristus lainnya - Orang lain akan menyatakan bahwa mereka terberkati dengan pelayanan Anda.

Kita harus menyadari karunia dan kemampuan hanya berasal dari Allah.  Setiap orang memiliki karunia  yang berbeda, tetapi semua saling melengkapi. Kita harus menggunakan karunia tersebut untuk  pelayanan/melayani  dan bukan untuk  keuntungan/keberhasilan pribadi.

Ada tiga kategori karunia rohani yang akan kita bahas:

1.  Karunia motivasi (alamiah) - Roma 12:6-8.

2.  Karunia manifestasi Roh Kudus - I Korintus 12:7-11.

3.  Karunia lima jawatan - Efesus 4:11-12.

 

KARUNIA MOTIVASI (ALAMIAH)

Setiap manusia sejak kelahirannya diperlengkapi dengan kecenderungan alamiah yang membentuk kepribadiannya.  Kita mengenal itu sebagai bakat alami. Ini memberikan kekuatan pendorong untuk mengekspresikan diri kita dalam kehidupan sosial, dan  Allah ingin kita menggunakannya untuk melayani sesama.

1. Karunia Bernubuat (Perceiver)

Kemampuan alamiah untuk mengenal kehendak Allah secara tepat. Karunia ini berbeda dengan karunia bernubuat dari kesembilan karunia Roh Kudus (I Kor. 12:10).

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Bernubuat: Mampu membedakan dengan peka antara yang benar/salah, baik/buruk; punya ketajaman untuk mengenal motivasi seseorang, sehingga tidak mudah dibohongi.  Peka melihat kesalahan orang lain, suka menegur, tidak suka kompromi. Ia ingin melihat orang bertobat.  Diperlukan: arahkan orang agar hidup sesuai jalan Tuhan. Contoh: Yohanes Pembaptis.

Hal yang harus diatasi: sikap merasa diri paling benar dan suka menghakimi orang x belajar menegur dengan hikmat Tuhan dan minta Tuhan beri hati Bapa agar teguran bukan penghakiman tapi koreksi untuk membangun.

2. Karunia Melayani (doer)

Kemampuan alamiah untuk mengerjakan sesuatu pelayanan jasmani dengan keahlian tangannya. Contoh: Marta.

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Melayani: Peka terhadap kebutuhan orang lain, ia segera memberi pertolongan.   Pelaksana yang baik, bukan pemikir.  Lebih suka mendapat tugas dan mengerjakannya daripada duduk membuat rancangan.  Senang beres-beres.  Ringan tangan, segera turun tangan begitu melihat kebutuhan.  Bagus: pelaksana program gereja, "seksi sibuk" - bagian perlengkapan, hospitality.

Hal yang harus diatasi: Jangan terlalu sibuk memenuhi kebutuhan orang lain, sehingga lupa kebutuhannya sendiri. Contoh: Marta lupa kebutuhannya yang utama yaitu mendengarkan suara Tuhan x bersekutu dengan Tuhan adalah prioritas;  -  Suka mengkritik orang lain yang tidak membantu x jangan bersungut-sungut tapi sukacita; -  Sulit mendelegasikan sesuatu pada orang lain karena sulit percaya pada orang lain x bekerja sbg team.

3.   Karunia Mengajar (teacher)

Kemampuan alamiah untuk mengajarkan sesuatu secara sistematis dan logis.  Contoh: Apolos (Kis. 18).

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Mengajar: Mahir untuk menyampaikan gagasan secara logis, sistematis & rapi;   Senang belajar, suka membaca dan menyelidiki pengetahuan/Alkitab secara mendalam;  Penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan;  Biasanya fasih lidah;  Bisa mengajarkan suatu topik yang sama berkali-kali, tanpa merasa bosan.  Bagus: punya pemahaman FA yg dalam, pegang FA dg kuat.  Cocok mis. jadi instruktur dalam program pemuridan gereja.

Hal yang harus diatasi: Terlalu teoritis x ajarkan lebih praktis;  cenderung sombong dan legalisme, kaku, harus begini begitu, karena pengetahuan x miliki kasih u jadi berkat/hidup berdampak, jadi teladan sebagai pelaku Firman.  Belajar menerapkan kebenaran secara praktis dan lebih luwes.

4.  Karunia Menasihati (encourager)

Kemampuan alamiah untuk memberikan saran, menguatkan, menghibur dan memberikan semangat kepada orang lain.  Contoh: Barnabas.

Ciri Orang yang Mempunyai Karunia Menasehati: Senang bicara, supel, mudah bergaul, enerjik, periang dan penuh sukacita.  Suka memuji, memberi semangat untuk kemajuan orang lain.  Senang menasehati, mendamaikan orang, menguatkan dengan kata-kata positif.  Baik: konselor, juru damai untuk membereskan konflik jemaat, pendorong semangat.

Hal yang harus diatasi: terlalu banyak bicara sehingga membuka peluang untuk melakukan kesalahan.

Suka memotong pembicaraan dan membicarakan hal yang seharusnya dirahasiakan.  X Minta hikmat.

5.   Karunia Memberi (giver)

Kemampuan alamiah untuk memberikan uangnya untuk menolong kebutuhan orang lain. Contoh: Dorkas.

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Memberi: Senang memberi dalam bentuk pemberian nyata (uang, barang, dan sejenisnya);  taat memberi persepuluhan;  Memberi tanpa pamrih, tanpa berharap akan balasan dari orang lain;  Merasa puas jika pemberiannya menjadi jawaban atas kebutuhan orang lain.

Baik: jadi donatur yang dukung dana untuk pelayanan greja, misi, diakonia, pembangunan, dll.

Hal yang harus diatasi: jangan ingin mengontrol bagaimana uang tersebut dipakai (pakai uang untuk berkuasa) x miliki hati yang tulus;   jangan hanya mau memberi uang, tapi terlibat dalam aktivitas dan pelayanan gereja.  Miliki prioritas mana yang harus ditunjang/diberi # semua orang.

6. Karunia Memimpin (leader)

Kemampuan alamiah untuk menetapkan sasaran yang sesuai dengan tujuan Allah untuk masa depan dan mengomunikasikan tujuan ini kepada orang lain sehingga mereka rela bekerjasama untuk mewujudkan tujuan tersebut.  Contoh: Paulus.

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Memimpin: Memiliki visi, mampu membagikan dan mengarahkan/memotivasi orang dengan semangat untuk merealisasikan visi tersebut;  bisa buat rencana dan strategi dan  komunikatif dalam penyampaian ide serta membagi/mendelegasikan tugas dan mengawasi orang yang dipimpinnya;   Berani membuat perubahan untuk hal yang positif dan mewujudkan hasil.  Berguna:  jadi ketua panitia yang handal, koordinator dalam pelayanan jemaat, terampil untuk mengatasi masalah yang rumit dalam gereja.

Kelemahan yang harus diatasi: Suka kecewa kalau orang lain tidak mempunyai visi yang sama, atau orang yang dipimpin-nya tidak menangkap/meresponinya x lebih sabar menjelaskan visi; Suka mempertahankan visi dengan menutup diri terhadap pendapat orang lain x bersikap terbuka terhadap saran dan kritik; Mudah memanfaatkan orang lain untuk memenuhi ambisi x  demi keuntungan/pertumbuhan bersama;  Mudah tertarik kepada gagasan yang baru padahal yang lama belum diselesaikan x konsisten selesaikan tugas dengan tuntas dan ekselent satu demi satu.

7. Karunia Kemurahan Hati (Belas Kasihan).

Kemampuan alamiah untuk menyatakan kasih kepada orang lain secara luar biasa melebihi orang pada umumnya.  Contoh: Orang Samaria yang baik hati.

Ciri Orang yang Memiliki Karunia Kemurahan Hati: peka terhadap kebutuhan orang lain, memperhatikan dan suka menolong orang lain, rela berkorban;  Mampu melihat hal-hal yang positif dalam diri orang lain dan tidak mau melukai perasaan;  Terbeban untuk merawat orang yang terluka hatinya sampai sembuh, suka membela orang yang lemah.  Bagus untuk pelayanan gereja:  bidang diakonia - perhatikan jemaat yang perlu ditolong;  Perlawatan - besuk orang sakit fisik dan batinnya;   jadi juru damai karena menyukai persatuan, bukan perpecahan.

Kelemahan yang harus diatasi: Cenderung memakai perasaan, sehingga mudah tertipu atau terluka x jangan terlalu andalkan perasaan, minta hikmat;  Sulit berkata tidak, sulit menolak bila diminta pertolongan x tetapkan prioritas, mana yang harus ditolong.  Cari informasi/data yang lengkap sebelum memberi pertolongan agar hasilnya maksimal.