Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 
Indeks Artikel
Benarkah Injil Yudas itu The Lost Gospel?
Ajaran tentang Allah dan Dunia
Ajaran tentang pribadi Yesus
Ajaran tentang keselamatan
Ajaran tentang Yudas Iskariot
Sikap kita terhadap Injil Yudas
Seluruh halaman

1. Ajaran tentang Allah dan dunia.

Menurut faham gnostik, Allah yang tertinggi itu bersifat rohani semata, yang tidak berhubungan sama sekali dengan alam materi. Dia kemudian melakukan pancaran ilahi (emanasi) yang dikenal sebagai aeon-aeon. Salah satu aeon, atau dewa yang lebih rendah inilah yang kemudian menciptakan dunia kebendaan. Tujuannya adalah untuk mewadahi "percikan api ilahi" dari 'alam atas' yang masuk ke dunia materi karena "kecelakaan kosmik". Unsur ilahi ini diletakkan dalam tubuh manusia untuk sementara waktu, hingga unsur ilahi itu bisa kembali ke alam atas. Ada beberapa orang (tidak semua) yang memiliki unsur ilahi di dalam diri mereka yang tidak dapat mati, yang untuk sementara waktu terpenjara di dalam dunia kebendaan. Jiwa ini perlu membebaskan diri untuk kembali ke alam ilahi yang merupakan asal-usul mereka. Manusia yang tidak memiliki percikan api ilahi seperti halnya binatang, akan mati dan lenyap. Menurut gnostik Kristen, dunia ini bukan diciptakan oleh Allah yang Mahatunggal dan Benar itu, tapi oleh demiurgos (dewa yang lebih rendah) yang inferior bahkan bodoh. Banyaknya bencana alam menunjukkan hal ini dan membuktikan dunia itu tidak baik. Sesembahan yang menciptakan dunia ini mereka samakan dengan Allah Perjanjian Lama (PL), yang sebetulnya tidak boleh dipuja, malah harus dihindari agar kita bisa membebaskan jiwa yang terkurung dalam tubuh dan kembali ke alam ilahi. Para sesembahan dunia ini mencakup El (Allah PL), lalu pembantunya, Nebro, yang juga disebut Yaldabaoth, yang ternoda darah dan namanya berarti "berontak" dan Saklas, yang berarti "bodoh" . Saklas, si tolol, dikatakan sebagai pencipta umat manusia menurut citranya. IY mencatat, "Kemudian Saklas berkata kepada para malaekatnya, 'Marilah kita menciptakan umat manusia seturut dengan kemiripan dan citra[nya]. Mereka membentuk Adam dan istrinya, Hawa ..."