Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 
Indeks Artikel
Benarkah Injil Yudas itu The Lost Gospel?
Ajaran tentang Allah dan Dunia
Ajaran tentang pribadi Yesus
Ajaran tentang keselamatan
Ajaran tentang Yudas Iskariot
Sikap kita terhadap Injil Yudas
Seluruh halaman

 

2. Ajaran tentang pribadi Kristus.

Penganut gnostik menganggap bahwa Yesus datang ke dunia dengan tubuh maya (semu), sehingga tidak bisa merasa sakit, dll. IY mengajarkan, Kristus itu bukan putra Allah PL, Ia juga bukan manusia dari darah dan daging, tetapi salah satu aeon (dewa) yang datang dari alam atas sana, dan hanya karena penampakannya saja maka kita mengenal dia dalam wujud manusia. Dia adalah pribadi "doketik" (Yun: dakeo = rupanya/tampaknya), roh yang menampakkan diri dengan mengenakan jasad manusiawi, untuk mengajar mereka yang memiliki percikan ilahi di dalam diri mereka mengenai kebenaran-kebenaran rahasia yang mereka perlukan bagi keselamatan mereka. Beberapa naskah gnostik menyebutkan Yesus dapat menampakkan diri sebagai orang yang sudah tua atau sebagai anak-anak secara bersamaan kepada orang yang berbeda. IY mencatat, "Seringkali di hadapan para muridnya dia tidak menampakkan diri sebagaimana wujudnya, melainkan hadir di antara mereka sebagai seorang anak." Dalam bagian awal IY yang berjudul "Yesus berbicara dengan Para Murid: Doa Syukur atau Ekaristi", dicatat: Ketika dia [mendekati] para muridnya, [34] yang berkumpul, duduk dan memanjatkan doa syukur atas roti, [dia] tertawa. Para murid berkata kepada [nya], "Guru, kenapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami melakukan sesuatu yang benar." ... Perihal Yesus yang menertawakan ketidaktahuan muridnya itu jelas adalah rekaan gnostik, aliran bidat yang mengaku memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari yang dimiliki oleh jemaat Kristen umumnya. Untuk itu mereka menyusun Injil-injil sendiri. Yang sudah dikenal lebih dahulu antara lain Injil Filipus, Injil Maria Magdalena, Injil Tomas dan Wahyu Petrus. Dalam Wahyu Petrus, lebih seru lagi, diwartakan bahwa ketika dipaku di salib Yesus malah tertawa-tawa, karena tidak merasa sakit. Tertawa dalam pandangan gnostik adalah cara untuk menanggapi kebodohan orang yang tidak bergnosis. IY selanjutnya mencatat perkataan murid-murid Yesus, "Guru, engkau adalah [...] putra sesembahan kami." Yesus bersabda kepada mereka, "Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tiada generasi manusia yang berada di antara kalian akan mengenal siapa sesungguhnya aku." Ucapan Yesus yang menyatakan bahwa dia bukan putra Allah yang disembah para murid, membuat mereka marah. IY mencatat, "Ketika para muridnya mendengar hal itu, mereka menjadi marah, berang, dan mulai menghujat dia di dalam hati mereka. Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memahami maksudnya, dia [bersabda] kepada mereka, "Kenapa ucapan itu membuat kalian marah? Sesembahan kalian yang berada di dalam diri kalian dan {...} [35] telah membuat kalian marah [di dalam] hati kalian." Jadi para murid tidak mengetahui siapa Yesus itu sesungguhnya. Mereka menyembah sesembahan yang ternyata bukan Bapa dari Yesus, yaitu Allah yang Benar. Yudas, satu-satunya orang yang memahami kebenaran itu, menyatakan "Saya tahu siapa engkau sesungguhnya dan dari mana asalmu. Engkau berasal dari alam yang tak mengenal kematian, tempat kediaman Barbelo. Dan saya tak pantas mengucapkan nama Dia yang telah mengutusmu" (ay. 35). Barbelo adalah istilah yang tidak dikenal dalam injil kanonik, tapi merupakan tokoh penting dalam aliran gnostik. Barbelo adalah salah satu dari dewa yang ada di alam kesempurnaan Allah yang Benar. Dari sanalah Yesus berasal, bukan dari dunia yang diciptakan oleh dewa yang lebih rendah, tempat kita berada sekarang ini. Ada konsep tritunggal gnostik yaitu 'Bapa, Barbelo, Autogenes'. Bapa disebut sebagai Roh Agung, cahaya murni yang tidak dapat dilihat. Barbelo ditampilkan dalam peran Ibu Surgawi, sedangkan Autogenes (terjadi dengan sendirinya) bisa dianggap ilah indipenden tetapi merupakan generasi yang lebih rendah dari Barbelo, atau merupakan keturunan Barbelo, yang kemudian menampakkan diri dalam rupa Yesus.