Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 
Indeks Artikel
Benarkah Injil Yudas itu The Lost Gospel?
Ajaran tentang Allah dan Dunia
Ajaran tentang pribadi Yesus
Ajaran tentang keselamatan
Ajaran tentang Yudas Iskariot
Sikap kita terhadap Injil Yudas
Seluruh halaman
1250331222_ffac21526cBeberapa waktu yang lalu muncul berita menghebohkan tentang penemuan Injil yang katanya ditulis oleh Yudas Iskariot. Tulisan itu mengagungkan Yudas sebagai sahabat yang paling karib dari Yesus, bukan sebagai pengkhianat seperti yang diberitakan oleh Injil Kanonik (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Barth Ehrman, dalam bukunya "Misquoting Jesus", menyatakan bahwa Injil ini merupakan penemuan historis terbesar di abad 20. Mengomentari penemuan tersebut, para penentang Injil ada yang langsung mengatakan bahwa Injil yang ditemukan ini adalah Injil yang asli, Injil yang sebenarnya harus dipercayai oleh orang Kristen. Namun benarkah hal itu? Apakah Injil Yudas adalah Injil asli yang lama hilang, yang kini telah ditemukan kembali? Sebetulnya kitab "Injil Yudas" (IY) ditemukan secara tidak sengaja oleh petani sederhana di Al-Minya, Mesir sekitar tahun 1970-an, setelah 1700 tahun berada di padang pasir, dalam bentuk manuskrip papirus yang dijilid dengan kulit. Papirus itu sudah terpecah-pecah dan beberapa bagiannya hilang dan rusak parah dimakan waktu. Kodeks (kumpulan tulisan yang dijilid) ini kemudian disebut sebagai kodeks Tchacos karena dimiliki oleh seorang pedagang antik yang tinggal di Swiss bernama Frieda Tchacos Nussberger, sebelum diserahkan ke museum Koptik di Kairo, Mesir. Kodeks Tchacos ini terdiri dari empat tulisan berbahasa Koptik, yaitu:

1. Surat Petrus kepada Filipus, yang juga ditemukan di Nag Hamadi (kodeks VIII).

2. Naskah Yakobus, versi lain dari Wahyu Pertama Yakobus dari kodeks V Nag Hamadi.

3. Injil Yudas.

4. Kitab Allogenes (si orang asing), julukan untuk Set, anak Adam dan Hawa.

 

Penemuan naskah berfaham gnostik ini melengkapi penemuan pada tahun 1945 di Nag Hamadi, di tepi sungai Nil Mesir. Saat itu kaum fellahin (petani) setempat menemukan 13 buah kodeks papirus yang dijilid dengan sampul kulit (perkamen), dalam bejana. Seluruhnya terdiri dari 52 traktat gnostik. Menurut Rodolphe Kasser, ahli sastra dan budaya Kopt yang memimpin tim restorasi naskah kodeks Tchacos, kodeks ini aslinya terdiri atas 66 halaman, tetapi ketika tiba di pasar tahun 1999, hanya 26 halaman yang tersisa, sebagian karena beberapa halaman telah diangkat dan dijual. Namun dari waktu ke waktu, halaman-halaman yang hilang ini berhasil diidentifikasikan dan dikumpulkan. Sebagian dari teksnya berhasil direkonstruksikan dan diterjemahkan atas biaya National Geographic ke dalam bahasa Inggris pada bulan April 2006, sedangkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia diterbitkan Gramedia pada akhir Juni 2006. Setelah dilakukan penelitian yang seksama dengan teknik radiokarbon yang dilakukan oleh Timothy Jull dan tim, ahli penetapan tanggal dengan radiokarbon di pusat fisika Universitas Arizona USA, diketahui naskah berbahasa Koptik ini ditulis antara tahun 220-340 M. Ini berarti sekitar 200-300 tahun setelah tanggal kebangkitan Yesus menurut Alkitab. Tidak diketahui dengan pasti kapan manuskrip asli IY ditulis. Ada yang menyatakan bahwa naskah asli IY ditulis dalam bahasa Yunani sekitar tahun 140-160 M. Yang jelas, dari waktu penulisannya, hampir dapat dipastikan bahwa pengarang IY bukanlah Yudas Iskariot!

B. ISI DAN AJARAN DALAM INJIL YUDAS

IY adalah kitab yang sarat dengan ajaran gnostik (Yun: gnosis = pengetahuan), yaitu ajaran mistik yang berkembang sekitar abad 2-3 M di sekitar Palestina, yang menyatakan bahwa mereka mengetahui rahasia ilahi yang tidak diketahui sembarang orang, yang bisa membawa keselamatan. Ajaran gnostik ini bertentangan dengan ajaran Kristen yang berlandaskan Alkitab.