Ditulis oleh Raymond Nelson Senin, 14 Maret 2011 21:03
Orang sering berpikir bahwa, selama mereka melakukan apa yang tulus di yakini benar dan Allah akan senang. Mereka berkata, "Biarkan hati nurani Anda menjadi panduan Anda."Mari saya ceritakan tentang seorang pria yang tulus mengikuti hati nuraninya. Sebelum pertobatannya, ia tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus, sehingga ia menghujat Yesus. Ia menentang dan menganiaya pengikut Yesus, bahkan memenjarakan mereka dan membunuh mereka. Jelas semua orang Kristen dapat melihat bahwa ia salah. Bahkan, dia kemudian bertobat ketika ia menyadari bahwa ia telah menjadi "kepala orang-orang berdosa." Tentunya dalam kondisi ia tidak benar dengan Allah.
Tapi bagaimana dengan hati nuraninya? Apakah hati nuraninya memberitahunya bahwa dia salah? Orang yang kita bicarakan adalah Saulus dari Tarsus. Dia sendiri berkata, "Sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah" (Kis 23:1). Dalam Kisah 26:9 ia berkata, "Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret." Saul mengikuti hati nuraninya, melakukan apa yang diyakininya benar, namun dia benar-benar salah!
Tidak, hati nurani adalah bukan panduan aman dalam agama. Hati nurani Anda hanya memberitahu, apakah Anda melakukan apa yang Anda yakini benar. Tetapi jika keyakinan Anda berada dalam kesalahan, maka seperti Saul, Anda akan salah bahkan ketika Anda tidak melanggar hati nurani Anda.
Hati nurani manusia sering salah, tetapi firman Allah tidak pernah salah (2 Timotius 3:16,17). Solusinya adalah: Biarkan Alkitab menjadi panduan Anda!


