Gereja Bethel Indonesia

MISI DUNIA DI ZAMAN AKHIR - Misi Sedunia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
MISI DUNIA DI ZAMAN AKHIR
mengapa kita harus melakukan misi seduni
berkat apakah yang diterima, jika melakukan misi sedunia
bagaimana cara terlibat di misi sedunia
Seluruh halaman

 

1. Mengapa kita harus melakukan Misi Sedunia? Jawabannya adalah : Karena Allah menghendakinya". Sasaran Allah sejak semula adalah dunia. Saat Allah menciptakan manusia, Ia memerintahkan mereka memiliki misi dunia : "Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej.1:28). Karena kejahatan manusia bertambah banyak, Allah menyesal menjadikan manusia dan memusnahkan mereka dengan air bah kecuali Nuh dan keluarganya yang terdiri dari isterinya, ketiga anaknya dan ketiga mantunya, karena mereka berkenan kepada Allah.

Setelah air bah, Allah mengulangi perintah yang sama yang Ia berikan kepada Adam, kepada Nuh : "Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi" (Kej.9:1). Setelah manusia bertambah banyak, mereka tidak ingin mematuhi perintah Allah untuk berpencar ke seluruh bumi, tetapi membangun suatu kota yang menaranya sampai ke langit untuk nama mereka (Kej.11:4). Hasilnya adalah Allah mengacaukan bahasa mereka dan menyerakkan mereka ke seluruh bumi (Kej.11:7-8). Suatu bayangan bagi gereja kita yang tidak melakukan misi dunia akan mengalami berbagai masalah. Seperti apa yang diungkapkan Reinhard Bonnkie, Penginjil terkenal dari Jerman : "The church does not win the lost, will be lost itself". Maksudnya : "Gereja yang tidak memenangkan orang terhilang, akan terhilang dengan sendirinya".

Jika kita tidak memberitakan Injil ke seluruh dunia dan hanya mengutamakan gereja sendiri, maka Allah dengan caranya sendiri akan menyerakkan kita ke seluruh dunia : "Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria" (Kis.8:1).

Setelah menara Babel, Allah memilih Abraham seorang yang dari keturunannya segala bangsa di bumi akan menerima berkat (Kej.12:4). Janji ini diulangi kepada Abraham sampai dua kali (Kej.18:18; 22:17-18), juga kepada Ishak (Kej.26:2-4) dan kepada Yakub (Kej.28:12-14). Kepada Musa yang kemudian menjadi pemimpin bangsa Israel, Allah mengatakan jika dia taat kepada hukum-hukum Tuhan, maka ia akan dijadikan harta kesayangan bagi segala bangsa (Kel.19:5). Hampir semua kitab dalam Perjanjian Lama menggambarkan misi Allah untuk memenuhi seluruh bumi dengan kemuliaanNya.

Dalam Kitab Perjanjian Baru, empat kitab Injil berisikan perintah untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa :

  • Matius 28:18-20 : "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
  • Markus 16:16-18 : "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
  • Lukas 24:47 : "dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem".
  • Yohanes 17:18 : "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia".
Dalam seluruh tulisan rasul Paulus berjiwa misi sedunia, karena rasul Paulus adalah seorang missionary. Kitab Wahyu, sebagai buku yang terakhir dari Alkitab berisikan puji-pujian dari segala suku, bangsa, kaum dan bahasa : "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa" (Why.5:9).