Jika Yesus ditinggikan
Ditulis oleh Ketua Umum (Pdt. DR. Jacob Nahuway, M.A) Jumat, 02 Oktober 2009 22:41
Alkitab tidak pernah menyuruh kita mencari berkat-berkat yang kita perlukan untuk kebutuhan tubuh, jiwa dan roh kita serta kebutuhan pelayanan pekerjaan-Nya di dunia ini. Lalu apakah yang Alkitab katakan? Alkitab menyuruh kita untuk mencari Tuhan dan segala kuat kuasa-Nya. “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (1Taw.16:11). Alkitab menyuruh kita mencari Tuhan selagi masih ada kesempatan : “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yes.55:6). Alkitab juga menyuruh kita mencari kerajaan Allah serta segala kebenarannya. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat.6:33).Jika kita mencari Allah dan menemukan-Nya, maka kita menemukan apa saja yang kita perlukan karena di dalam tangan-Nya berada segala yang kita perlukan. “Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala” (1Taw.29:11). Bukan saja segala yang kita perlukan berada di tangan Allah, tetapi berada bersama Allah di sorga dan bukan pada orang kaya, para raja atau di dunia ini (Yak.1:17). Dari sorgalah Allah memenuhi segala kebutuhan kita bukan setahun sekali, sebulan sekali atau seminggu sekali, tetapi setiap hari “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Rat.3:22-23).
Berkat yang Ia berikan bukan berkat basi, rusak, kadaluarsa tetapi baru (Rat.3:23) dan selalu tepat waktu karena Ia mahakuasa (Mzm.68:35) dan memiliki berbagai cara untuk menghadirkan berkat-berkat-Nya (Ibr.1:1). Berkat Tuhan tidak pernah kehabisan persediaan karena Allah kaya raya. Dan kekayaan Allah bukan warisan orang, tetapi berasal dari kuasa-Nya yang absolut. Berdasarkan kekayaan-Nyalah Ia berurusan dengan kita umat-Nya dan bukan berdasarkan kemiskinan dan resesi dunia ini. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Flp.4:19).
Lalu bagaimanakah caranya kita dapat memperoleh segala berkat Tuhan yang luar biasa ini? Bukan saja kita dapat memperolehnya tetapi berkat-berkat Tuhanlah yang mencari kita sementara kita tidur. “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur” (Mzm.127:2). Sesuatu yang luar biasa!! Simak tiga hal bagaimana caranya mendapatkan berkat yang mencari kita dan bukan kita yang mencari berkat.
- Meninggikan Yesus Kristus. Meninggikan Yesus Kristus merupakan target dari Allah Bapa (Flp.2:9-11), kerinduan dari Tuhan Yesus sendiri (Yoh.17:1;5) dan tugas pokok Roh Kudus (Yoh.16:13-14). Jika Yesus Kristus ditinggikan dalam kehidupan dan pelayanan kita, maka Ialah yang akan menarik berbagai berkat bagi kita dan kita tidak perlu dengan susah payah mencarinya. “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." (Yoh.12:32). Alasan lain mengapa Yesus Kristus ditinggikan karena Ia datang dari sorga, tempat segala berkat berada. “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya” (Yoh.3:31). Adalah kesalahan besar jika di dalam kehidupan ini kita meninggikan apa yang Ia berikan pada kita dan bukan Dia sumber segala berkat dan pertolongan. Begitu juga dalam ibadah, kita tidak boleh meninggikan acara atau sakramen (baptisan, perjamuan suci) melebihi Dia.
- Datang pada Yesus di dalam doa dan bukan pada yang lain. Mengapa? Karena Allah telah menyerahkan segala kuasa (Mat.28:18) dan segala sesuatu termasuk segala berkat yang kita perlukan kepada Yesus Kristus (Yoh.3:35). Jika bukan pada Yesus Kristus kita datang untuk mendapatkan apa yang kita perlukan dan pada yang lain, maka hal itu adalah pelecehan pada Yesus Kristus dan pada Allah. Rasul Paulus menegaskan bahwa hanya melalui Yesus Kristuslah, segala keperluan kita dapat terpenuhi. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Flp.4:19).
- Tanpa Yesus Kristus kita tidak akan mendapatkan apapun. Dalam perumpamaan pokok anggur, Tuhan Yesus mengatakan bahwa tanpa Dia, kita tidak dapat melakukan apapun. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yoh.15:5). Dalam ungkapan diri-Nya sebagai Gembala, Ia mengungkapkan diri-Nya sebagai “pintu”. Dan barangsiapa yang masuk dan keluar melalui pintu, ia akan terpelihara “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput” (Yoh.10:9). Karena segala berkat kita berada di sorga, maka Yesus adalah pintunya dan tanpa pintu itu kita tidak dapat masuk untuk meraihnya. Bukan saja Tuhan Yesus adalah pintu, tetapi Ia juga adalah kunci dari pintu tersebut. Karena jika Ia yang mengunci tidak ada seorangpun yang sanggup membukakannya “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” (Why.3:7) Jika kita hidup hanya bagi Dia dan kemuliaan nama-Nya, maka kita tidak perlu mencari berkat, tetapi berkatlah yang akan mencari kita (Kol.1:15-17).
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


