Gereja Bethel Indonesia

Meja Ketua

Program BPH Bukan Sekadar Ide Cemerlang Tetapi Harus Direalisasikan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Jumat, 02 Oktober 2009 22:30

DSCN1578Program kerja Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPH GBI) ke depan difokuskan pada 5 pilar. Yaitu (1) Organisasi dan Kepemimpinan; (2) Teologi dan Pendidikan; (3) Pekabaran Injil dan Misi; (4) Pembinaan Keluarga dan Generasi Muda; (5) Pemberdayaan Masyarakat. Kelima Pilar tersebut merupakan keputusan dari badan tertinggi Gereja Bethel Indonesia yaitu pada Sidang Sinode Raya GBI XIV yang berlangsung di Senayan Oktober 2008 silam dengan Ketua Umum BPH GBI terpilih, Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA. Untuk menjalankan 5 pilar program BPH GBI tersebut, Pdt. Jacob selaku Ketum memberikan pandangannya mengenai strategi untuk mencapai sasaran dan hasil yang maksimal.

 

Misi Menjadi Nadi Gereja

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh (Ketua Umum Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA) Jumat, 14 Agustus 2009 11:23

Untuk penjangkauan jiwa-jiwa GBI sudah memiliki target dan kita akan laksanakan semaksimal mungkin. Firman Tuhan berkata, ‘apa yang kau jumpai dengan tanganmu lakukanlah sekuat  tenaga artinya semampu kita.’ Ada sebuah istilah do your best  and God will take a rest  (lakukanlah yang terbaik apa yang kita bisa lakukan dan di luar itu Tuhan yang  yang  akan menyelesaikannya).

   

Lima Pilar Harus diwujud-nyatakan

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Ketua Umum (Pdt. DR. Jacob Nahuway, MA) Minggu, 17 May 2009 21:52

Dalam penjabarannya Pdt. Jacob Nahuway, MA menekankan bahwa 5 pilar program tersebut bisa berjalan atau tidak, tergantung bagaimana kita me-realisasikannya. Untuk itulah MPL dan Rakernas didahulukan dengan tujuan supaya bisa mensosialisasikan 5 program tersebut kepada BPD GBI yang merupakan kepanjangan tangan Sinode GBI. Sehingga diharapkan mereka menjabarkannya kepada para pejabat dan jemaat, supaya program tersebut tidak sekadar ide-ide cemerlang saja, tetapi program yang diwujudkan menjadi kenyataan.

   

Halaman 3 dari 3