Gereja Bethel Indonesia

Pendampingan Kesehatan Bagi Jemaat - Arti Parish Nurse

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Artikel - Kesehatan

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Pendampingan Kesehatan Bagi Jemaat
Arti Parish Nurse
Pendidikan Keperawatan dasar
Kesehatan Holistik
Seluruh halaman

Pdt. Totok Wiryasaputra,M.Th dosen Fakultas Theologia UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) Salatiga, Jawa tengah dan Grief Counselor memaparkan tentang pengorganisasian dan pengelolaa kegiatan parish nursing. Makna parish nursing, menurut Pdt. Totok  ialah perawat yang  diperkerjakan gereja untuk membantu pelayanan jemaat secara keseluruhan. Hal itu berdasarkan pelayanan jemaat bukan saja terbatas kepada pelayanan rohani, tetapi secara keseluruhan.“Kesehatan berkaitan dengan sosial masyarakat, perilaku dan sikap hidup, kejiwaan dan mental,” ujarnya. Kriteria parish  nurse yaitu profesional, memiliki latar belakang pendidikan keperawatan, termasuk memiliki sertifikasi keperawatan.


Selain unsur profesional tersebut, ada juga kader kesehatan yang terdiri dari relawan atau relawati yang tidak menangani hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah profesional, tetapi masalah primer/sederhana. Pdt. Tokok menjelaskan, kader bertugas membantu dokter atau  parish nurse dengan lingkup tugas seperti menimbang berat, mengukur suhu tubuh  misalnya batita, balita, mengukur tensi lansia. Kader bisa membantu perawat dengan melakukan penjelasan bagaimana menerapkan pola hidup sehat. Keterbatasan tenaga profesional seperti juru rawat di berbagai lokasi di Indonesia, bisa diatasi dengan mendidik jemaat atau masyarakat menjadi kader-kader kesehatan.


Tugas pokok parish nurse juga meliputi pendataan status kesehatan jemaat, riset kesehatan jemaat, pemetaan (mapping), prevensi (pencegahan) penyakit, pendidik kesehatan, perujuk ke Puskesmas atau RS terdekat.Selain itu, ia bisa menjadi penghubung dengan pihak terkait seperti Jamkesmas, Jamkesda, dokter spesialis penyakit tertentu, memberikan info tentang rumah sakit mana yang bisa didatangi jemaat jika sakit, konseling penyakit tertentu, konselor kejiwaan primer.


 
Ketika Redaksi menanyakan tentang kondisi prosentase gereja di seluruh Indonesia yang mempunyai sistem layanan perish nursing ini, secara lugas Pdt.  Totok menjawab baru 10-20 % saja.
 
Ia mengakui keterbatasan gereja-gereja, sehingga ia mengusulkan layanan ini berbasis kerja-sama oikumenis (antar gereja). Layanan ini menurutnya, berkaitan dengan layanan holistik yaitu melayani Tuhan Yesus dan manusia.Pengorganisasian parish nursing, menurut Pdt. Totok dimulai dengan pembuatan visi dan misi operasional, pembuatan, pengesahan, pelaksanaan  rencana strategis. Jika mengikuti paradigma holistik, maka jemaat sebagai healing ministry center, penataan ulang organisasi jemaat, mengadakan studi pelayanan, membentuk panitia studi pelayanan.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh