Kenali dan Hindari HIV & AIDS - Kasus Narkoba
Ditulis oleh prambudi Rabu, 31 Agustus 2011 13:27
| Indeks Artikel |
|---|
| Kenali dan Hindari HIV & AIDS |
| Persentase Komulatif AIDS |
| Kasus Narkoba |
| Seluruh halaman |
Pembicara kedua yaitu AKBP Maria Sorlury, SH. Ia bertugas di Bareskrim Mabes Polri sebagai Kanit III, Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Narkoba. “Jika seseorang terkena narkoba, maka tia tidak bisa menghirup udara bebas seperti bekerja, kecuali perusahaan keluarga,” ujarnya. Alasannya, jaringan otak tidak bisa berfungsi secara normal. Dampak negatif lainnya ialah orang tua bisa bercerai, tidak ada kecerahan wajah, kematian dan berurusan dengan pihak Kepolisian.
Situasi perkembangan narkoba di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, menurut AKBP Maria. Ia menarik kesimpulan bahwa para pelaku yang ditangkap Polisi karena terlibat narkoba, diakibatkan oleh kurang kasih sayang, kurang komunikasi dan tidak beribadah.Ia membeberkan data-data kasus narkoba mulai tahun 2006 – 2010.
Modus perilaku penyelundup narkoba ke Indonesia beragam. AKBP Maria memaparkan, caranya bisa melalui papan selancar, batu nisan, ditelan kedalam lambung, buku tebal, hak sepatu wanita, ditempel pada bagian tubuh seperti BH wanita, selangkangan, pinggang bawah. “Jangan ijinkan anak anda bergaul dengan penderita narkoba. Cepat atau lambat, ia akan terkena,” ujarnya.
Diakhir acara, seorang mantan bandar narkoba membeberkan ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba. Jenis putauw mengakibatkan perilaku seseorang menjadi acuh, penyendiri dan takut air (menolak mandi). Shabu (super aktif, kerja terus misalnya ia menyapu/mengepel ruangan tiap jam). Pecandu ganja memiliki mata merah, menyendiri, ketawa terus (merasa hepi atau merasa melihat sesuatu yang lucu).Tubuh ini adalah Bait Allah, mari kita merawatnya dengan seksama dan hindari pemakaian narkoba. [pram]
Doakan :
Gereja-gereja Tuhan semakin peduli dengan kegerakan anti narkoba di Indonesia. Selamatkan generasi muda dan bangsa Indonesia dari cengkraman narkoba.


