Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Jerry ColangeloMenapaki Sukses Bersama Tuhan

Jerry lahir pada 20 November 1939 di Chicago Heights, Illinois. Bersama keluarganya, ia tercatat sebagai jemaat Gereja Baptis yang taat. Seperti anak-anak muda seusianya, Jerry sangat terobsesi untuk menjadi seorang atlet professional. Suatu impian yang tak berlebihan karena ia sendiri seorang bintang bisbol dan basket semasa duduk di sekolah menengah.

Prestasinya ini menggoda banyak perguruan tinggi untuk meminangnya menjadi salah satu mahasiswanya dan bermain mewakili mereka di ajang NCAA (kompetisi basket tingkat mahasiswa). Namun akibat cedera yang dialaminya, ia harus melupakan semua mimpinya itu. Gagal menjadi atlet, Jerry sempat mencoba menekuni bisnis penyewaan tuksedo. Sayangnya bisnisnya ini hanya bertahan tiga tahun dan akhirnya bangkrut. Suatu masa yang berat, apalagi saat itu ia telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak. Waktu itu satu-satunya penghasilannya adalah dari bermain basket semi profesional dengan bayaran US$50 per pertandingan.

Dalam keterpurukan Jerry memilih untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan menggantungkan masa depannya hanya di tangan-Nya. Ia sadar bahwa kesalahan terbesarnya selama ini adalah merasa mampu melakukan segala sesuatu tanpa campur tangan Tuhan. Titik balik kehidupannya terjadi manakala ia bertemu dengan Dick Klein, seorang wirausahawan yang menyediakan jasa pengemasan souvenir dan parcel. Darinya Jerry kemudian belajar cara berbisnis yang sebenarnya.

Belakangan Jerry menyadari bahwa Dick sangat terobsesi untuk memiliki sebuah klub basket profesional. Akhirnya tanpa membuang waktu mereka berkolaborasi dan sukses melahirkan klub basket Chicago Bulls. Dalam dua tahun berikutnya klub ini terus berkembang dengan pesat. Melihat kesuksesannya, para petinggi NBA merangkulnya untuk mengembangkan NBA ke Milwaukee dan Phoenix.

Kesuksesan Jerry pun terus berlanjut. Belakangan Jerry menjadi salah seorang tokoh penting di jajaran petinggi NBA dan pernah menjadi pemilik klub basket Phoenix Suns. "Jika menengok ke belakang saya merasa tidak akan mampu menghadapi semuanya. Namun iman kepada-Nya memberi saya kemampuan untuk berani menghadapinya dan meraih kesuksesan," ujar Jerry tentang perjalanan karir dan kesuksesannya.

Sebagai apresiasi atas kontribusi dan pretasinya, namanya diabadikan dalam “The Naismith Memorial Basketball Hall of Fame”.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh