Ditulis oleh Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA Sabtu, 26 November 2011 00:00
Bahan: Matius 7:1-5
Balok dan selumbar adalah dua hal yang berbeda dalam bentuk dan kualitas, Tuhan Yesus memakainya sebagai perumpamaan untuk memberi nasehat bagi kita bahwa manusia belum sempurna untuk mengadili sesamanya. Yang sempurna untuk mengadili adalah Allah sendiri, karena pengadilan adalah kepunyaan Allah (Ulangan 1:17).
Saling menghakimi adalah tindakan yang sangat berbahaya karena merusak dan menghancurkan nama baik dan kehidupan sesama kita. Simak beberapa hal mengapa Allah membenci tindakan saling menghakimi.
I. Menghakimi sesama adalah tindakan pelecehan terhadap Allah sebagai Hakim Yang Adil
- Kita tidak dipanggil untuk menjadi hakim atas sesame kita (Roma 14:4).
- Kita belum sempurna untuk layak mengadili sesame kita (Matius 7:5).
- Hanya Allah saja yang menjadi Hakim, jika kita menghakimi maka kita melecehkan Allah sebagai Hakim Yang Adil (I Korintus 4:4-5; Yakobus 4:11-12.
Kerangka Khotbah
II. Menghakimi sesame adalah tindakan tidak menguasai diri.
- Umat Tuhan dianjurkan untuk menguasai diri (I Korintus 9:27).
- Kadar iman seseorang ditandai dengan sejauh mana ia dpat menguasai dirinya (Amsal 16:32).
- Hidup dan mati seseorang ditentukan oleh sejauh mana ia dapat menguasai dirinya (Amsal 18:21).
- Tindakan menguasai diri adalah teladan Kristus yang perlu kita teladani (I Petrus 2:23).
III. Menghakimi sesame adalah tindka tidak ingin mengampuni.
- Pengampunan adalah anugerah dan kebaikan (Mazmur 103:3).
- Allah akan mengampuni kita setimpal dengan kadar pengampunan yang kita berikan pada orang lain (Matius 6:12; 14-15).
- Sikap tidak mengampuni menghambat hubungan kita dengan Allah (Kolose 3:13).
- Pengampunan adalh sifat Allah (II Tawarikh 7:14)
Sumber: 400 Bahan Khotbah Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA (Perjanjian Baru)



