Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Percaya Kepada Yesus
Ide Bagian Pertama
Ide Bagian Kedua
Ide Bagian Ketiga
Kesimpulan
Seluruh halaman

 

 

 

Ide Bagian Kedua : Respon Yesus Kristus dan respon pegawai istana itu (Yohanes 4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." 4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." 4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.  Aplikasi / penerapan :  Ia akan memberikan bukti, bukan janji, jika kita percaya.  Jangan sampai kita percaya kepada Tuhan, tapi menuntut bukti terlebih dahulu.

 

 

  1. Uraian Penjelasan I : Janji Tuhan itu murni (Nats.Mazmur 12:7  “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah”). Artinya, untuk meraih janji tersebut, seseorang bisa saja melalui kondisi yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Selain itu, ia harus menunggu beberapa waktu, agar janji Tuhan itu bisa terealisir dalam hidupnya.

Ilustrasi : proses pembuatan kerajinan perak : Bahan  baku perak dicampur dengan 7,5% tembaga (kadar peraknya 92,5%). Hal ini dilakukan agar perak yang dibuat tidak terlalu lemas. Pada pembuatan secara tradisional, untuk mencampur perak dan tembaga ini kedua bahan dipanaskan dengan api dari kompor yang menggunakan bahan bakar gas. Sistem kerjanya mirip dengan tukang las. Hanya saja agar api bisa keluar, pengrajin yang membuat harus menginjak kompor tersebut. Api pun keluar menyemprot ke arah bahan hingga luntur.

 

Setelah itu bahan dipotong berdasarkan keperluan. Misalnya untuk gelang, bahan itu dibentuk pipih dengan lebar 2-3 cm dan panjang sekitar 15 cm. Karena masih lentur, bahan itu kemudian dibentuk melingkar seperti layaknya gelang. Pada sisi potongan itu diberi dasar kawat yang dilekatkan dengan lem pada bentuk gelang itu tadi. Untuk menghaluskan sambungan kawat dengan perak, kedua bahan juga dipatri sehingga melekat permanen. Baru kemudian gelang tesebut diisi dekorasi atau hiasan batu mulia atau hiasan lainnya sebagai aksesori.

 

Bahan yang jadi itu kemudian diampelas dan dibersihkan dengan asam jawa kemudian direndam dengan garam dan air yang mendidih. Selesai dibersihkan dengan air mendidih, bahan disikat untuk kemudian dikeringkan sampai tidak ada air sama sekali pada gelang. Untuk membuat agar mengkilap, bahan dipoles dengan mesin pemoles. Akhirnya,  barang siap dijual.

 

 

 

  1. Uraian Penjelasan II : Ia pencipta dan penguasa alam semesta dan manusia.  Nats Kejadian 1: 10 “Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Kejadian 1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  

 

 

Ilustrasi : Tuhan menciptakan bulan, matahari dan diatur secara sistematis. Termasuk air laut yang tetap tenang (tidak naik secara tiba-tiba menyelimuti bumi).

 

 

 

Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi, yaitu berjarak 150 juta km. Panas matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya membuat siang hari terang dan dipakai oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Tanpa matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung. Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C.