Ditulis oleh Admin Sabtu, 17 Desember 2011 00:00
Bahan: Matius 2:13-18
Salah satu pesan malaikat di malam natal adalah "damai di bumi" (Lukas 2:14). Damai dan kesukaan besar mewarnai Natal, tetap beberapa saat kemudian Natal di warnai teror yang dikerjakna Herodes karena merasa di tipu oleh Orang Majus (Matius 2:16).
Tetapi apakah teror dapat menghapus damai dari Tuhan? Jawabannya tidak! Karena damai dari Tuhan tidak sama dengan damai dari dunia ini (Yohanes 14:24).
I. Natal adalah damai di tengah teror bercerita bahwa teror bukanlah masalah baru bagi manusia (Matius 2:16).
- Teror adalah masalah ribuan tahun yang lampau
- Teror timbul karena rasa disaingi (Matius 2:1-3; Amsal 13:10).
- Teror timbul karena rasa dilecehkan (Matius 2:16; Amsal 22:10).
- Teror timbul karena keinginan yang tidak terpenuhi (Yakobus 4:2).
- Teror timbul karena persoalan yang dicari-cari (2 Timotius 2:23).
- Teror di Rama yang diciptkaan Herodes yang kejam ibarat penyakit menular yang telah menjangkiti abad ke-21.
- Teror telah menjalar ke Timur Tengah, Bosnia, WTC (World Trade Center), Afganistan, Irak, Aceh, Maluku, Posos dan Denpasar-Bali.
- Teror, setua manusia.
Artikel LainnyaII. Natal adalah damai di tengah teror, bercerita bahwa teror berada dalam rencana Allah (Matius 2:17-18).
- Tuhan Yesus mengungkapkan bahwa dunia kita ada dunia terror (Yohanes 16:33).
- Teror akan berkadar tinggi pada akhir zaman (Matius 24:3-14; 2 Timotius 3:1).
- Jika terror berada dalam rencana Allah (Matius 2:17-18), maka rencana Allah selalu baik (Roma 8:28).
III. Natal adalah damai di tengah teror, bercerita bahwa hanya Allah dalam Yesus Kristus yang dapat menghapus derita yang ditinggalkan teror (Matius 2:18).
- Teror meninggalkan sesuatu yang tidak dapat dihapus dan dihibur manusia (dendam, akar pahit, luka batin dan kebencian).
- Apapun yang berada dalam hati manusia keran terror, pesan Tuhan ada damai bagi mereka yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:14).
Sumber: 400 Bahan Khotbah Perjanjian Baru (Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA)


