Ditulis oleh prambudi Senin, 14 Maret 2011 11:56
Tema / Judul : “Memperkokoh Iman”
Nats Utama : I Tesalonika 3:3 “supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu”.
Tujuan Kotbah : Mengajarkan kepada jemaat tentang langkah-langkah untuk memperkokoh iman.
Pendahuluan :
Pembangunan jalan layang Tanah Abang – Kampung Melayu sedang berlangsung. Tiang pancang guna menopang jalan layang tersebut dibenamkan kedalam tanah dengan kriteria mencapai kedalaman tertentu. Tujuannya, jalan tersebut aman, nyaman bagi pengguna jalan. Demikian kehidupan iman orang percaya yang harus mengalami “penguatan” sehingga tidak mudah goyang. Secara konteks historis, Rasul Paulus memberikan motivasi, penghiburan kepada jemaat di Tesalonika. Pada zaman itu, orang Kristen dikejar-kejar prajurit Romawi dan juga ahli Taurat untuk dianiaya atau bahkan dibunuh.
Sesuai dengan nats diatas, kata “goyang” memiliki arti bergerak berayun-ayun, selalu berubah; goncang.
Kalimat Tanya : Hal-hal apa saja yang membuat iman menjadi goyah (goyang) ?.
Kalimat Peralihan : Iman menjadi goyang disebabkan beberapa faktor yakni :
Isi Kotbah :
I). Ide Bagian Pertama : Kesusahan (I Tesalonika 3 a).
a. Uraian Penjelasan Pertama :
1. Kesusahan akan membuat iman seseorang mengalami kegoncangan, artinya tidak lagi ingat kuasa Yesus Kristus (Matius 14:28-31).
2. Kesusahan akan mendorong seseorang untuk mencari pertolongan manusia atau kuasa iblis alias “jalan pintas” (I Samuel 28:7).
II). Ide Bagian Kedua : Dicobai oleh si penggoda. (I Tes 3:5).
a.Uraian Penjelasan Pertama :
1. Penggoda dalam bahasa Yunani ialah peirazo (baca : pi-rad-zo) atau entice dalam bahasa Inggris. Arti dalam bahasa Indonesia ialah menarik, memikat, menimbulkan hasrat. Si penggoda bisa berarti keinginan sendiri yang tidak terkendali (manusia) dan bisa juga iblis dengan iming-iming tertentu. Nats Yakobus 1:14 dan Lukas 4:9.
2. Penggoda bisa menghampiri orang percaya, jika ia lengah dan dalam kondisi “lemah rohani”. Nats Roma 12:11.
III). Ide Bagian Ketiga : Hidup dalam keinginan hawa nafsu (bahasa Inggris = lust; bahasa Yunani = pathos (baca : patho’-os). Artinya ialah nafsu, berahi, gairah, keinginan yang sangat kuat.
a. Uraian Penjelasan Pertama :
1. Hawa nafsu yang tidak wajar (salah) akan membawa bencana (2 Samuel 13:1-20).
2. Tuhan memanggil orang percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, yaitu kudus (I Tes 4:7).
Kesimpulan / Penutup :
- Iman jangan goyang karena kesusahan.
- Kesusahan, godaan (diri sendiri dan iblis) bisa membuat goncang iman.
- Waspadai hawa nafsu yang tidak pada tempatnya.
- Tuhan memanggil orang percaya untuk hidup kudus. [pram]


