Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Perspektif Kepemimpinan Menurut Agenda Allah
Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan Kristen
Pemimpin Yang Berkarakter
Pemimpin Sebagai Motivator
Seluruh halaman

Kepemimpinan Kristen

Dari perspektif  kepemimpinan Kristen juga terdapat suatu proses terencana dan dinamis.  Presuposisi (persangkaan) utama dalam kepemimpinan Kristen ialah “Allah yang berinisiatif dalam campur tangan-Nya” pada seluruh proses terencana yang dinamis ini. Batu uji terpenting bahwa Allah campur tangan ialah “ada kemungkinan bagi Dia.” Kepemimpinan Kristen juga memiliki “konteks pelayanan” sebagai faktor situasi yang berkaitan dengan unsur waktu, tempat, dan situasi khusus dalam konteks hidup yang berbeda, yang memberi kepadanya nilai lebih.

Kepemimpinan Kristen memiliki presuposisi yang berkenaan dengan anugerah khusus yang menekankan bahwa Allah dalam kedaulatan-Nya memilih pemimpin Kristen bagi diri-Nya (faktor penentu) yakni pemimpin yang berkapasitas (memiliki karunia kepemimpinan, pengetahuan, keahlian serta karakter yang mapan) yang diterapkannya bagi tugas (bukan jabatan/posisi) pelayanan sebagai pemimpin.

Dalam kepemimpinan Kristen, umat Allah sebagai orang yang dipimpin (suatu kelompok atau suatu organisasi) memiliki tanggung jawab integral untuk secara bersama terlibat dalam pengerjaan pelayanan yang dipercayakan kepada setiap individu.

Dalam kepemimpinan Kristen, tujuan Allah adalah dasar utama (yang menjelaskan untuk apa gereja ada) yang dibangun dari atasnya tujuan umat Allah (sebagai suatu kelompok / gereja / institusi / organisasi) dibangun. Tujuan yang dicanangkan Allah ini ditujukannya untuk membawa kemuliaan bagi umat-Nya serta mendatangkan keuntungan bagi pemimpin, orang yang dipimpin, dan situasi / konteks dimana kepemimpinan Kristen itu diterapkan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kepemimpinan Kristen ialah “Allah memilih dan memanggil seorang pemimpin melalui proses terencana (rangkaian tindakan yang dicanangkan, sistematis (teratur) dan terfokus (perhatian), untuk memimpin umat-Nya (dalam pengelompokan diri sebagai suatu institusi / organisasi) agar mencapai tujuan Allah yang memberikan keuntungan bagi dan melalui pemimpin, orang yang dipimpin (bawahan), dan lingkungan hidup untuk kemasyuran nama-Nya.

Yakni para pemimpin Kristen mengenali perbedaan antara model kepemimpinan terbaru saat ini dengan kebenaran kekal yang ditetapkan oleh Allah. Dasar bagi pemimpin rohani adalah taat dan mempertahankan apa saja yang Allah singkapkan kepada mereka sebagai kehendak-Nya. Allah tidak meminta para pemimpin untuk memimpikan impian-impian yang hebat bagi-Nya atau untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi. Dia meminta para pemimpin untuk berjalan bersama-Nya dengan begitu intim sehingga ketika Dia menyatakan apa yang ada dalam agenda-Nya, mereka akan langsung menyesuaikan kehidupan mereka dengan kehendak-Nya dan akibatnya akan membawa kemuliaan bagi Allah.


Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh