Ditulis oleh Raymond Nelson Rabu, 10 Juni 2009 16:10
| Indeks Artikel |
|---|
| Pemimpin Kristen Berdasarkan Kinerja atau Berdasarkan Karunia |
| page1 |
| Seluruh halaman |
Karena karunia ini menjadi nafas hidup atau kesadaran setiap detik, maka aplikasinya tidak berarti bahwa sang pemimpin harus menajdi orang yang hidup santai, atau sekedar mengambang. Justru sebaliknya ia pantas mewujudkan kesadaran tadi dalam bentuk syukur yang mendalam atas kebaikan Tuhan, bahkan dalam perilaku yang menyenangkan hati Tuhan.
Karena komitmen mewujudkan perilaku tadi, maka ia melayani Tuhan sesuai dengan cara yang Tuhan bekerja, yaitu ada keteraturan, penilaian dan ada visi yang Tuhan berikan serta ia kejar. Dengan kata lain, sambil mengingat karunia Tuhan sebagai dasar keberadaannya dan motivasi pelayanannya, maka ia melayani dan bersedia mengejar kinerja yang terbaik agar visi dan misi persekutuannya dapat tercapai.
Jadi, apakah seorang pemimpin harus dinilai dalam prestasinya? Tentu saja. Apakah gerejanya atau komunitasnya dinilai? Tentu, artinya semua yang Tuhan berikan baik itu waktu, uang, tenaga dan metode harus dinilai secara berkala terhadap visi dan misi yang akan dicapainya.
Setiap upaya menilai tadi bukan diarahkan untuk mencari jalan mendiskreditkan, namun justru untuk memperlihatkan arah pembelajaran yang harus ditempuh.


