Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Pemimpin Kristen Berdasarkan Kinerja atau Berdasarkan Karunia
page1
Seluruh halaman

Kesan orang banyak di kalangan Kristen adalah, bila pemimpin hidup berdasarkan karunia sering berarti ia tidak perlu bekerja keras, membuat strategi planning atau mengukur keberhasilannya. Di pihak lain, belia seseorang hidup berdasarkan karunia berarti ia harus mengabaikan kenyataan bahwa ia hidup di dalam kinerja. Benarkah dikotomi serupa itu? Dalam kenyataan, bila seorang pemimpin hidup tanpa kerja keras dan tanggung-jawab  dalam meneliti kemajuannya, ia akan berhenti menjadi pemimpin yang membawa orang kepada visi, perubahan dan pergerakan. Ia hanya menjadi pengelola. Sebaliknya, tanpa kesadaran bahwa ia hidup di dalam karunia, maka ia cenderung hanya hidup dan memimpin demi dirinya sendiri. Ia akan mudah terjebak mengejar image yang baik. Ia menggunakan topeng demi memenuhi tuntutan orang yang dipimpinnya. Ia juga akan mudah menjelek-jelekkan pemimpin lain, apa lagi yang lebih baik daripada dirinya. Contohnya dalam Matius 6 mengenai orang Farisi yang mencerminkan bagaimana seorang pemimpin jatuh terbelenggu oleh hidup berdasarkan kinerja saja. Terhadap hal itu Kristus justru mengajarkan prinsip untuk menyembunyikan kinerja yang baik.

Apa arti hidup dalam karunia? Pertanyaan ini seakan merupakan suatu pertanyaan yang paling mendasar hal yang semestinya diajukan kepada orang Kristen yang masih baru. Hidup di dalam karunia berarti adanya kepastian dan keamanan, bahwa apapun hasil pekerjaannya. Tuhan akan memahami dan menerima hasil kerja seorang pemimpin selama keintiman hubungan kasih di antara mereka terjaga dengan baik, bagi Tuhan sang pemimpin itu memiliki cacat dan kelemahan, namun justru Ia semakin menyayanginya karena lepas dari kelemahannya itu justru seorang pemimpin menyambut panggilan-Nya dan terus belajar dari-Nya. Inilah misteri kebesaran kasih Tuhan, Ia memang mencintai anak-anak-Nya tanpa alas an lain kecuali bahwa Ia memang mencintai mereka.


Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh