Ditulis oleh Raymond Nelson Rabu, 04 November 2009 04:42
| Indeks Artikel |
|---|
| Mengusahakan keahlian orang dalam kepemimpinan anda |
| Hubungan dengan Sesama |
| 4 kata gambaran |
| Yang harus diketahui oleh Pemimpin |
| Seluruh halaman |
Peran yang terpenting dari hubungan dalam kepemimpinan
“Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Ku perbuat kepadamu “ ( Yohanes 13:15 )
Sudah jelas, tidak seorangpun memberi contoh tentang keahlian manusia yang lebih baik dari Yesus sendiri. Kemana saja la pergi, banyak orang mengikutiNya. Mengapa? Karena sudah jelas bahwa orang banyak adalah kegemaranNya. la memenuhi kebutuhan mereka, kemana saja la menemukan mereka, Yesus menjamah banyak orang secara jasmani, rohani, dan emosi.
Dasar dari kepemimpinan adalah orang - orang. Sebuah Amsal tua berkata: “Dia yang mengira memimpin, tapi tidak punya pengikut hanya berjalan-jalan.” Bila anda tidak dapat berhubungan dengan orang, mereka tidak akan mengikuti anda. Hubungan dengan sesama akan membuat atau menghancurkan seorang pemimpin melewati waktu. Pemimpin yang efektif tidak memfokuskan pada diri mereka sendiri dan pada kesuksesan mereka. Mereka memikirkan orang lain. Bagi mereka. kesuksesan adalah mengembangkan orang.
4 KEBENARAN TENTANG KEPEMIMPINAN DAN ORANG-ORANG.
- Orang-orang adalah aset gereja yang paling dihargai.
- Aset pemimpin yang paling penting adalah keahlian orang-orang.
- Seorang pemimpin yang baik dapat memimpin berbagai kelompok, karena kepemimpinan adalah mengenai orang-orang.
- Anda dapat memiliki keahlian orang-orang dan tidak menjadi seorang pemimpin yang baik, tapi anda tidak dapat menjadi pemimpin yang baik tanpa keahlian orang-orang.
Lukas 10:30-37
Yesus menceritakan kisah ini dalam menanggapi seseorang yang bertanya “ Siapakah sesamaku manusia ?” la menceritakan seorang yang dirampok dan dipukuli ditepi jalan dan ditinggalkan setengah mati. Tidak lama kemudian, beberapa orang pemimpin agama lewat, tapi tidak pernah berhenti. Sudah jelas mereka dalam perjalanan ke suatu kegiatan agama. Lalu, seorang samaria lewat, dan menolong orang tersebut, merawatnya sampai sembuh. Lalu Yesus bertanya; Siapakah sesama manusia didalam cerita ini? la mengajarkan bahwa hubungan dengan sesama dan pelayanan tidak dibatasi oleh seputar teman-teman dekat (Lukas 10:36-37). la mengajarkan bahwa hubungan dengan sesama lebih penting daripada banyak aktivitas rohani yang kita praktekkan (Matius 5:23-24 ).Ia juga mengajarkan kebenaran berikut :
BAGAIMANA ANDA MELIHAT DIRIMU SENDIRI ADALAH BAGAIMANA ANDA MELAYANI UMAT ANDA.
Kisah tentang seorang samaria yang baik merupakan ilustrasi bagaimana kita memperlakukan orang lain didasari atas bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Perhatikan cara berbeda orang yang menjadi korban itu diperlakukan dalam kisah ini........
1. PERAMPOK-PERAMPOK:
- Mereka menggunakan orang.
- Mereka memanipulasi orang lain.
- Mereka melihat orang itu sebagai SEORANG KORBAN UNTUK DIAMBIL KEUNTUNGAN
2. PARA IMAM
- Mereka adalah pelaku taurat.
- Mereka murni.
- Mereka melihat orang itu sebagai MASALAH YANG HARUS DIHINDARI
3. ORANG SAMARIA:
- Ia dianggap rendah.
- la tahu bagaimana rasanya diacuhkan
- la melihat orang itu sebagai SEORANG YANG HARUS DIKASIHI
Sebagai seorang pemimpin, anda akan tergoda untuk melakukan ketiga hal ini : mengambil keuntungan, menghindar dan mengasihi orang-orang setiap minggu dalam pelayanan anda. Sasarannya adalah mengabaikan kesalahan-kesalahan mereka dan lihat kebutuhan mereka.
Kepemimpinan adalah hubungan dengan sesama ( Relationships )
Beberapa tahun yang lalu, beberapa pemimpin kristen bertemu bersama dalam suatu pertemuan.Tujuan mereka adalah untuk meringkas iman kristen kedalam satu kalimat, Mereka benar-benar maju selangkah menuju tujuan itu. Mereka meringkas kekristenan menjadi sebuah ucapan.


