Ditulis oleh Oleh : Pdt. Dr. Frans Pantan Selasa, 21 Juli 2009 11:41
b. Kepemimpinan yang Bermental Kerajaan Allah
Kepemimpinan Kristen harus dibangun dan disemangati dengan filosofi “kasih” dan “pengabdian”. Di mana jabatan tidak dilihat sebagai kariir tetapi sebagai dedikasi dan pengabdian tulus kepada Tuhan Allah yang memberi kesempatan itu dan kepada masyarakat warga gereja) serta organisasi sebagai alamat pengabdian kita. Karena itu apa pun yang dipikirkan, dikerjakan, dan dihasilkan dalam kepemimpinan kita pertama-tama bukan untuk kepentingan apalagi untuk pemasyuran diri kita, keluarga kita, kelompok kita, melainkan untuk kepentingan Kerajaan Allah. Artinya, kehendak Allah dan kepentingan kerajaan-Nya harus berada di atas kepentingan diri, keluarga, dan kelompok. Kalau itu yang menjadi filosofi pelaksanaan tugas kepemimpinan (pelayanan) kita, maka saya sangat yakin bahwa tidak ada satu pun di antara pemimpin Kristen, khususnya para pemimpin GBI yang berani memposisikan dirinya sebagai raja apalagi menggeser kedudukan Tuhan Yesus di atas gereja yang dilayaninya.


