Gereja Bethel Indonesia

Humor

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Senin, 02 Januari 2012 00:00

Konon, 10 Perintah Tuhan itu sebenernya bukan untuk orang Israel, melainkan untuk bangsa lain tapi justru bangsa lain yang ditawari menolak. Begini kisahnya...

 

Malaikat ke Italia.

Malaikat:"Hei kamu orang Italia, mau perintah Tuhan nggak?"

 

Orang Italia:"Apa isinya?"

Malaikat:"Jangan membunuh!"

 

Orang Italia:"Sori yach, kami ini mafia, membunuh adalah kegiatan kami"

 

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Michaeljs Minggu, 01 Januari 2012 06:51

31 dec 2011 malam tahun baru co gaul sedang berdoa

 

Co gaul : "Tuhan hujannya berenti sebentar dong, kan tahun baru gue pingin jalan ama cewek gue puter2 kota. entar klo udah sampe rumah hujan lg juga ga papa. kan sekali setahun gitu loh, masa harus hujan2. please tuhan berentiin hujan gitu loh!!!!"

 

Tuhan menjawab : "SO WHAT GITU LOH...!!!!"

 

Sumber: http://rillusion.wordpress.com/category/humor/humor-kristen/page/2/ [-michaeljs]

   

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Rabu, 19 Oktober 2011 11:09

Di sekolah tk umum ada seorang murid bertanya kepada gurunya tentang ikan paus


Anak : bertanya ibu guru apakah ikan paus dapat menelan manusia


Ibu guru: ikan paus tidak bisa menelan manusia karena ada saringan di tenggorokannya


Anak: tapi di sekolah minggu, saya diceritakan di alkitab nabi Yunus di telan ikan paus


Ibu guru: Ibu tidak tahu, ibu tidak pernah baca Alkitab dan ibu tidak tahu apa yang diajarkan di sekolah minggu


Anak: masih penasaran, kembali ia bilang ya udah kalo gitu nanti kalo saya ke surga saya tanya sama nabi Yunus apakah ditelan ikan paus.


Ibu guru: Dengan nada marah ibu guru menjawab, ya sudah Tanya saja.


Ibu guru: Tapi kalo seandainya nabi Yunus tidak masuk ke sorga tetapi keneraka?


Anak: Ya, kalo begitu ibu guru saja yang tanya!


   

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Jumat, 27 May 2011 00:00

K
etika persembahan hendak dipungut, seorang remaja merogoh kantongnya dan mengeluarkan selembar uang Rp 1.000,- yang langsung dimasukkannya ke dalam pundi persembahan yang diedarkan melewati bangku tempat duduknya.

Pada saat bersamaan, seseorang yang duduk di belakangnya menepuk pundaknya sembari menyodorkan selembar uang Rp 20.000. Tertegun sejenak dengan kedermawanan orang itu, anak remaja itu lalu mengambil uang tersebut dan langsung memasukkannya juga ke dalam pundi persembahan.

 
Artikel Terikat
 

Beberapa saat kemudian, pundaknya ditepuk lagi. Dia menoleh ke belakang dan mendengar orang yang menepuk bahunya itu berbisik: "Uang Rp 20.000 barusan itu uang yang jatuh dari kantong kamu tadi." "Hah?" Dia hanya bisa mengikuti dengan pandangan matanya pundi yang terus berjalan dari tangan ke tangan terus semakin jauh ke depan.

Pesan moral:

Apakah ada pahalanya untuk persembahan yang diberikan secara tak sengaja? Entahlah. Masalahnya ialah, apakah kita merasa menyesal telah memberikan sesuatu kepada Tuhan? Banyak orang yang mula-mula bersemangat membantu pekerjaan Tuhan dengan uangnya, hanya untuk menyesal di kemudian hari akibat keinginannya tidak diikuti atau karena berseteru dengan teman sekerja. Karena itu,"apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" [Kol. 3:23].

   

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Ditulis oleh Raymond Nelson Kamis, 26 May 2011 22:18

S
eorang ibu hendak memberi pelajaran moral kepada anak perempuannya yang masih duduk di kelas 1 SMP. Sebelum berangkat ke gereja dia memberikan dua lembar uang pecahan Rp 1.000,- dan Rp 5.000,- kepadanya sambil berpesan, "Pilih salah satu yang kamu mau berikan sebagai persembahan."
 
Artikel Terkait
 


Sepulang dari gereja ibunya bertanya, "Uang yang mana kamu berikan untuk persembahan?" "Tadinya saya mau kasih yang Rp 5.000," anaknya menjawab, "tapi sebelum persembahan dipungut saya dengar dari mimbar bahwa Tuhan mau kalau kita memberi dengan senang hati." "Terus?" "Saya merasa lebih senang kalau memberikan Rp 1.000, jadi itu yang saya kasih."


 
Pesan moral:

Persembahan akar katanya: "sembah" yang mengandung makna "berbakti" atau "pemujaan kepada Tuhan". Di zaman Perjanjian Lama "persembahan" identik dengan "korban" yang dibawa seseorang kepada Allah. Karena itu persembahan kita harus tulus, "sebagaimana Kristus Yesus juga...telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (Ef. 5:2).
 

[Sumber: rr.blogspot.com].