Gereja Bethel Indonesia

Iklan Android Pasang Gambar Yesus "Orang Kristen protes"

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Iklan yang melecehkan KeKristenanSetelah menerima sedikitnya 100 pengaduan bahwa iman Kristen “diremehkan dan diejek”, Advertising Standards Authority (ASA) memerintahkan untuk mencopot dan melarang penayangan iklan telepon selular (Phones4U) yang menampilkan gambar Yesus Kristus dalam produk teranyarnya.


Sebelumnya, perusahaan Advertising - Phones4U melakukan kampanye nasional melalui media cetak untuk mempromosikan Samsung ponsel Android teranyar. Dalam iklan itu, tokoh mirip Yesus Kristus tampak mengacungkan jempol. Iklan ini diluncurkan hampir berbarengan dengan penyambutan datangnya Paskah.


Tak lama setelah itu, The Advertising Standards Authority menerima 98 keberatan. Penggambaran tokoh mirip Yesus tidak sopan untuk iman Kristen dan tidak pada tempatnya untuk mempromosikan sebuah produk.


Phones4U, dikenal dengan iklan nyelenehnya, mengatakan bahwa iklan tersebut hanya bertujuan untuk menciptakan "pencerahan, citra positif dan kontemporer dari Kekristenan yang relevan dengan Paskah".


Tetapi, ASA berpendapat berbeda. Citra dan teks dari iklan "memberi kesan bahwa mereka mengejek dan meremehkan inti kepercayaan Kristen" katanya.

Lebih lanjut ASA mengatakan bahwa Phones4U "tidak hormat" terhadap iman Kristen dan cenderung menyebabkan pelanggaran serius. Maka dari itu ASA melarang iklan itu dari peredaran.


Pihak Phones4U mengatakan, ia memahami reaksi dan menyesal iklan tersebut membuat orang tersinggung.

Perusahaan yang dicekal ASA ini menarik iklan tersebut dan mengatakan tidak akan berkampanye serupa.


Baca selengkapnya disini

Comments  

 
0 #1 GBI KAPERNAUM BALI 2012-03-23 17:43
Bagi saya tidak terpengaruh 0 kita koq ikut - ikutan dengan saudara sesepuh kita Yeus mau di tarus diman saja tidak masalah - tidak mengurangi sedikit pun dri eksistensi keilahian-Nya
Quote
 

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh