Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Dr. Gernaida Pakpahan & Dr. Frans Pantan

Bandung-DTP, Pada hari ketiga Konferensi Teologia dan Pendidikan dibuka ibadah yang dilanjutkan pada pkl. 08 dengan Pendidikan Teologia dengan pembicara Pdt. Dr. Gernaida Krisna dan Pdt. Dr. Andreas Rusmanto dengan materi Akreditasi khusus STT yang dibagi 2 sesi dan dengan moderator Pdt. Dr. Frans Pantan.


Kemudian dilanjutkan Warna sari, tentang isu yang sedang mengemuka di jemaat pada pkl. 10 dan dilanjutkan dengan Sosialisasi Bethel Empowering Center (BEC) yang dibawakan oleh Pdt. Hengky Imanuel dan Pdt. Yunus Aritonang.


Sedangkan pada jam yang sama dan tempat yang berbeda dalam Pendidikan Umum Teguh Indrokusumo, S.Pd (CBCS-Cahaya Bangsa Classical School) dan Ir. Jarot Wijanarko (Happy Holy Kids) sebagai pembicara dalam Pelatihan Guru sesi 2 dan dengan Materi Panggilan dan Karakter Guru dengan poin: Guru sebagai pemenang jiwa, Guru sebagai gembala/counselor, Guru sebagai Pendidik Karakter, Guru sebagai Motivator & Inspirator dan Guru sebagai sahabat (SMP,SMA & Universitas).


Dan dilanjutkan pada Pkl. 10 Pelatihan Guru sesi 3 dengan pembicara yang sama dengan Materi Guru Ideal/Skill dan Kompetensi Guru yang dibagi 4 poin penting yaitu: Mengerti panggilan Guru, Memiliki Kompetensi/Skill dan selalu mengembangkan dengan yang paling up to date, Menguasai teknik presentasi baik teknologi, teknik cerita, publik speaking dan bahasa tubuh dan Menjadi komunikator yang unggul.


Pdt. M. Ferry H. Kakiay, M.Th (Sekum BPH GBI)Pada Pukul 12 Konferensi Teologia dan Pendidikan ditutup dengan renungan oleh Pdt. M. Ferry H. Kakiay, M.Th yang mengambil Nats dari Kolose 3:12-17 diawal Renungannya Pdt. M. Ferry H. Kakiay mengingatkan bahwa GBI telah berusia 41 tahun dan lahir di Sukabumi dengan 129 jemaat yang yang sekarang sudah lebih kurang 5604 gereja lokal 15000 pejabat dan 2500jt jemaat.


Pdt. M. Ferry H. Kakiay juga mengatakan bahwa gereja memiliki tantangan yang besar, dengan tantangan jaman yang semakin sulit apalagi di pemerintahan sepertinya kekristenan dikebiri di Republik ini maka dari kita harus bersatu dalam keharmonisan.


Untuk dapat memberikan dampak sesuai dengan tema Konferensi Teologia dan Pendidikan maka harus ada kesatuan dan keharmonisan dan hambatan-hambatan kesatuan itu ada 3 yaitu: Tidak ada Kekudusan, Tidak ada Kasih Allah dan Tidak menjadikan Alkitab sebagai standar kehidupan.


Kemudian dilanjutkan dengan doa berkat oleh Pdt. Dr. Japarlin Marbun, dan doa makan oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham kemudian diakhir penutupan Konferensi Teologia dan Pendidikan pemberian Plakat oleh para narasumber yang diserahlan oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. Dan setelah makan siang bersama para peserta menerima sertifikat.

Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh