Ditulis oleh prambudi Jumat, 22 Juli 2011 13:21
| Indeks Artikel |
|---|
| Matematika Gasing |
| Metode Gasing |
| Hasil Pelatihan |
| Seluruh halaman |
Lina memberikan contoh 1+1 = 2 adalah abstrak. Ia menambahkan, anak-anak biasanya bingung ketika melihat bentuk angka 1 yang tegak dan angka 2 yang bengkok mirip cacing. Metode Gasing mengajarkan dengan memberikan contoh 1 apel + 1 apel = 2 apel.
Tidak hanya itu, pelajaran lainnya ialah pecahan desimal, geometri yang berhubungan dengan luas lingkaran (pr2), dengan nilai p sebesar 22/7. “Ini adalah abstrak dan kita tidak mengetahui angka tersebut berasal dari mana,” ujarnya.
Guna menjawab pertanyaan itu, instruktur menggunakan alat peraga dan menunjukkan bahwa lingkaran besar sampai kecil, diameternya diukur. Selanjutnya, keliling lingkaran dibagi dengan diameter, hasilnya 22/7.
Penerapan Metode GASING, kata Lina cocok juga untuk siswa SMP dan SMA. Durasi waktu belajarnya 6 bulan dan pelatihan guru selama 3 hari. Hal itu, termasuk juga logaritma dan eksponen.
Para peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan, bisa membuka bimbel (bimbingan belajar). “Surya Institut tidak menggunakan cara pembagian keuntungan (profit sharing) dan tidak ada prinsip waralaba (franchise).
Ketika Redaksi menanyakan tentang ide mula-mula seputar metode GASING, Lina menjelaskan bahwa Prof. Surya mengadopsi beberapa ide yang telah ada dan ditambah dengan hasil pengembangannya sendiri.
Berdasarkan hal itu, Lina menambahkan, GASING mengajarkan penjumlahan, perkalian, pengurangan dan pembagian. Hal ini terbukti bahwa anak-anak lebih mudah belajar matematika. Sebaliknya, anak-anak di sekolah terlebih dahulu diajarkan pengurangan dan penjumlahan.Direktur Operasional ini mengutip hasil penelitian Prof. Surya, bahwa jika matematika seorang anak kuat maka hasil mata pelajaran lain akan lebih baik.


