Ditulis oleh Raymond Nelson Minggu, 31 Juli 2011 18:24

Ya, harapannya ini bukan hanya berakhir disini, tetapi adanya pertemuan-pertemuan strategis di setiap wilayah untuk para pemimpin di 5 (lima) wilayah DKI berkumpul. Dengan begitu nantinya ada suatu kegerakan bersama apa yang Tuhan taruh yang tentunya mengacu kepada visi dan misi dari DPA DKI Jakarta yaitu “Memaksimalkan pemimpin di 7 bidang kehidupan”. kata Tonny Tanuwijaya (Ketua Pengurus Daerah DPA GBI DKI Jakarta)
Jakarta, Pengurus Daerah DPA DKI Jakarta, yang diketuai oleh Pdm. Tonny Tanuwijaya, M.Th mengadakan Young Leader Conference pada hari sabtu, 30 Juli 2011 di Restoran Rose Garden – Jakarta yang bertemakan Reframing (membingkai kembali pelayanan terhadap generasi muda).
Acara yang dimulai pada pukul 08 pagi, setelah registrasi ulang para peserta disuguhkan dengan coffe time yang kemudian dibuka oleh Pdm. Timotius Tan, MA (Ketua PP DPA GBI) dan disambung dengan sambutan Ketua Panitia (Pdp. Vanny A.R Paendong, S.Th), katanya tujuan dari konferensi ini yang pertama adalah untuk mengarahkan dan memberikan pengertian tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin anak muda (Ketua KPA dan Pembina-pembina Youth) untuk mereka mengetahui kapasitas sebagai Ketua KPA atau Pembina Youth.
Sebenarnya itu bukan sebatas jabatan tetapi suatu panggilan hidup bagi mereka dan mengerti apa tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin anak muda serta dapat lebih memaksimalkan lagi kinerja mereka di gereja lokal sampai di tingkat daerah DKI Jakarta. Kedua, Membangun hubungan dengan ketua-ketua KPA se- DKI Jakarta, yang selama ini mungkin kurang untuk dapat mengetahui database terbaru tetapi dengan acara ini kita mendapatkan database baru. Ketiga, Memperlengkapi para pemimpin untuk dapat menghadapi tantangan melayani generasi muda sekarang ini berbeda.
Lebih lanjut Vanny berharap dengan adanya acara ini, setiap ketua KPA-KPA dan Pembina Youth dapat menyatukan visi dan misi dan bergerak bersama-sama, bukan hanya pergerakan di gereja lokal saja.
Sama dengan Vanny, Tonny Tanuwijaya (Ketua PD DKI Jakarta) berharap melalui konferensi ini terbangun pondasi dalam kita melayani yaitu terciptanya fellowship ketua-ketua KPA di DKI Jakarta ini. Ya saya percaya ketika pemimpin berkumpul pasti ada kegerakan terjadi, artinya kita akan memberkati bukan hanya satu gereja tetapi wilayah bahkan kota kita (DKI Jakarta).
YLC (Young Leader Conference) Reframing ini dihadiri oleh lebih dari 50 ketua KPA se-Jakarta dan juga oleh Pdt. Natan Subroto, M.Div (BPD DKI Jakarta), Timotius Tan dan Ronald TB (PP DPA GBI), Andre Imam (ex. Ketua DPA GBI DKI Jakarta) dan Antonius Nathan (Christian Marketplace Network) serta seluruh Pengurus Daerah DPA GBI DKI Jakarta.
Dalam sambutannya Pdm. Timotius Tan, MA (Ketua DPA GBI) menegaskan dengan konferensi Reframing ini para pemimpin KPA lokal dapat saling mengenal satu dengan yang lainnya. Jika sudah saling kenal dan membina hubungan baik, maka bisa saling membangun dan menguatkan. Sebesar apapun KPA lokal kita, tetapi harus diingat bahwa kita memiliki keluarga Allah, yaitu KPA-KPA yang tergabung di Sinode GBI. KPA yang besar tidak perlu sombong dan KPA yang kecil tidak perlu minder.
Timotius Tan juga berharap melalui konferensi ini para ketua KPA dapat memikirkan dan mengumpulkan pekerjaan Tuhan Tuhan yang lebih besar lagi, yaitu bagi generasi muda GBI baik di tingkat sektor, wilayah daerah bahkan di seluruh Indonesia, bukan hanya di gereja lokal saja.
Setelah kata-kata sambutan dari Ketua Panitia, Ketua PP DPA GBI dan Ketua PD DPA GBI DKI Jakarta dilanjutkan dengan Firman Tuhan yang dilayani oleh Pdm. Andre Imam (Ex. Ketua Pengurus Daerah DPA DKI Jakarta) yang mengambil ayat Firman Tuhan dalam Injil Matius 25:14-15 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.”
Dalam penyampaian Firman Tuhan ini Pdm. Andre Imam (Ka Aim biasa dipanggil /red) menitik beratkan kepada apa tantangan pelayanan anak muda saat ini dan bagaimana seorang pelayan generasi muda menghadapinya. Katanya lagi tantangan terbesar bagi anak muda adalah dunia maya, akselerasi dan akses (percepatan), radikalisme, ateisme serta gereja sendiri yang berlari ditempat.
Lebih lanjut Ka Aim menyampaikan untuk menghadapi tantangan-tantangan setiap pemimpin harus mengubah mindset yang dahulu berpikir yang penting melayani saja, diubah menjadi pribadi yang focus kepada jiwa-jiwa bukan even dan Membangun Enterpreneur Faith.
Setelah Firman Tuhan acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Pdt. Natan Subroto, M.Div (perwakilan BPD DKI) katanya bergeraklah sekarang karena sekarang anda semua pemimpin saat ini bukan pemimpin yang akan datang.
Kemudian dilanjutkan dengan Sesi I Reframing “DPA – KPA” Oleh Pdm. Timotius Tan, MA yang mengutarakan tentang program kerja DPA GBI periode 2009-2013 yaitu 7 Spheres (7 bidang kehidupan) Art & Media, Business, Church, Development of the Poor, Education, Family dan Governance. Diharapkan adanya komunitas-komunitas di setiap 7 Spheres ini, bahwa setiap KPA harus mengisi dan berkarya disetiap bidang kehidupan itu. Kemudian Timotius Tan juga menjabarkan Tata Kerja DPA GBI tentang Tugas Utama Pengurus Daerah DPA GBI DKI Jakarta dan penjabaran tentang Komisi Pemuda dan Anak. Di tambahkan oleh Pdm. Tonny Tanuwijaya, M.Th (Ketua PD DPA GBI DKI Jakarta) yang menjelaskan tentang tugas dan tanggung KPW, KPS dan KPA, Tonny mengajak setiap KPA untuk berperan aktif dalam pelayanan atau pergerakan yang sudah menjadi program kerja DPA GBI DKI Jakarta.
Kemudian acara di sela dengan makan siang bersama, dan setelah makan siang bersama acara dilanjutkan dengan Sesi II yang membahas “Ministry Of Foundation” oleh Pdt. Dr. Erastus Sabdono, M.Th.
Di sesi kedua ini Pdt. Erastus Sabdono menyampaikan tentang Identitas Keselamatan, terambil dari (Kejadian 4 & 6; Roma 8:14; I Korintus 6:1-20; dan I Petrus 1:17) dijelaskan bahwa manusia adalah gambar Allah, Allah memiliki perasaan, pikiran dan kehendak jadi manusia harus melakukan semua kehendak Allah, memikirkan apa yang Allah pikirkan dan memiliki perasaan Allah.
Indentitas Keselamatan yang dimaksud adalah keliatan sama dengan dunia padahal berbeda dengan dunia ini. Maksudnya adalah orang dunia bekerja bahkan menjadi pemimpin, anak-anak Tuhan juga demikian namun harus memunculkan karakter Kristus. Lebih lanjut Pdt. Erastus Sabdono, mengatakan bahwa pelayanan yang baik adalah melayani menurut perfektif Allah dan karena kita menumpang didunia ini kita harus melakukan kehendak Tuhan sampai kita dipanggil Tuhan.
Pdt. Erastus Sabdono juga mengisi Sesi ke-III “Reality Challenges of Ministry 21st Century” mengajar dan mengajak para pemimpin generasi muda saat ini jangan cuma mendengarkan seperti anak sekolah minggu, tetapi harus cerdas, kreatif dan memiliki integritas. Pdt. Erastus juga mengatakan bahwa untuk menjungkir balikan dunia bagi Allah, anak muda harus memiliki 5 Sila yaitu, Hidup Suci, Hidup Sehat (dapat melakukan kehendak Allah bagaimana pun kondisinya), Cerdas (melihat, membuat dan mengambil kesempatan), Banyak Duit (untuk menunjang pelayanan) dan Berani Mati untuk Tuhan.
Pdt. Erastus Sabdono juga menjelaskan bahwa kekristenan adalah membalikan rancangan Tuhan buat manusia yaitu keselamatan.
Mengakhiri Konferensi Reframing, seluruh ketua KPA ber-Deklarasi dan menandatangani Deklarasi diatas kain Deklarasi, yang dipimpin oleh David Senduk, adapun Deklarasi tersebut adalah
Kami Ketua KPA GBI DKI Jakarta mendukung :
1. Visi dan Misi DPA GBI DKI Jakarta
2. Mendukung Kegiatan Komunitas ketua KPA di setiap wilayah
3. Mendukung Terbentuknya ketua KPA di setiap GBI lokal
4. Mendukung kewajiban mengumpulkan iuran persepuluhan dan iuran KPA
5. Mendukung Motto DPA GBI DKI Jakarta yaitu “Melayani Tanpa Sisa”


