Gereja Bethel Indonesia

Perhatian: buka pada jendela baru. PDFCetakE-mail

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Indeks Artikel
Pastor Prayer Meeting Sport
Sehat Rohani dan Jasmani
Seluruh halaman

Pdt. Pudjo St. Abednego saat meresmikan Pastor Prayer Meeting SportGuna menjaga keseimbangan antara kerohanian dan fisik yang sehat, BPD DKI Jakarta mengadakan acara P2MS (Pastor Prayer Meeting Sport) di Jakarta Barat (Senen, 15/8).

 

 

Pdt. Pudjo Setoto Abednego meresmikan kegiatan ini dengan melepas balon, dengan didampingi Ketua BPD DKI Jakarta dan sejumlah pengurus. Menurut Pdt. Paul R Widjaya, kegiatan ini sebagai kesempatan untuk saling sharing, berkenalan satu sama lain. “Jika pertemuan di SMD terbatas, namun melalui acara ini, bisa santai sambil olah-raga dan minum kopi,” ujarnya.

 

Sembari mengutip salah seorang pembicara SMD III lalu di Cisarua, ia menambahkan bahwa otak manusia bisa bekerja dengan baik jika tubuh melakukan tiga hal yaitu membaca Firman Tuhan, istirahat yang cukup, dan latihan fisik (olah-raga).

 

Ia menegaskan, penafsiran nats Mazmur 92:12-15 harus dilakukan secara benar “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar”.

 

 

Nats tersebut harus disejajarkan dengan I Tesalonika 5:23 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”. “Jangan sampai Tuhan Yesus datang, kita sebagai hamba Tuhan sakit sakitan,” pesannya.

 

Acara ini menampilkan pembicara Dr. Lily G. Karmel, MA selaku atlet aerobik nasional, pembina senam, fitness event organizer,Ketua Urusan Program & Pemberdayaan FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia).

 

Tampak Pdt. Pudjo St Abednego sedang FitnessIa mengutip beberapa nats yaitu Kejadian 1:26-27, Kejadian 2:7, I Korintus 6:19, Roma 12:1, I Korintus 6:20. “Tuhan menghendaki manusia mencapai kebugaran yang maksimal yaitu tubuh, jiwa dan roh. Tiga hal tersebut saling berkaitan, satu sama lain,” ujarnya.

 

Pembina senam ini juga memaparkan, penyebab pertama kematian global dan Indonesia ialah jantung koroner. Bahkan, katanya ada kasus yang terjadi menimpa orang yang berusia dibawah 30 tahun.

 

Penyebab kematian kedua ialah stroke, selanjutnya hipertensi, diabetes melitus tipe 2, obesitas (kelebihan berat badan). Obestitas memicu penyakit degeneratif dan menimpa anak-anak dan remaja.

 

Khusus untuk penyakit yang tidak menular dan degeneratif, pencegahan dan penanggulangan bisa dilakukan dengan cara memperhatikan pola makan dan gizi seimbang, hindari dan stop merokok, aktifitas fisik dan olah raga, atasi dan kendalikan stres (doa, membaca Firman Tuhan dan pujian), cek-up kesehatan secara teratur dalam kurun waktu 1-2 tahun.

 

Dr. Lily menolak anggapan bahwa penyakit dipicu oleh keturunan. Kenyataannya, faktor tersebut hanya mencapai angka 5-10% saja. Pemicu penyebab penyakit terbesar adalah gaya hidup (50%).

 

Ia mengutip hasil penelitian di Amerika, terhadap beberapa tikus laboratorium. Selama beberapa hari, beberapa ekor tikus dimasukkan suatu kandang, disinari cahaya yang menyilaukan dan diperdengarkan suara bising. Setelah satu minggu kemudian, tikus-tikus itu mati semua karena stres.

 

Sebaliknya, beberapa ekor tikus yang dimasukkan ke dalam lokasi yang sama dengan kondisi yang sama, tetapi diberikan alat tritmil kecil (berputar seperti roda). Selama satu minggu mereka hidup karena mereka berlarian ke sana-sini. Hal itu katanya, menunjukkan bahwa orang yang bugar lebih tahan sakit penyakit, jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berolah raga.



Add comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


Security code
Refresh